Kades Sampurno : “Desa Watesnegoro Mojokerto Perang Total Terhadap COVID-19”

1
1643

Foto : Salah satu jalan akses masuk ke Dusun Glatik Desa Watesnegoro Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto yang di lockdown. Masuk ke Dusun Glatik hanya menggunakan satu akses jalan saja, Yaitu Jalan Balai Desa/Jalan Pak Carik. (6/4/2020).

Mojokerto (Sinar Pos) – Desa Watesnegoro Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto merupakan desa yang lokasinya paling Timur di wilayah Kabupaten Mojokerto berbatasan dengan Desa Watukosek Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan.
Desa Watwanegoro tergolong sebagai desa yang luas dan padat penduduknya. Memiliki 6 dusun yaitu Gunungsari, Glatik, Sambimalang, Dateng, Wates dan Krikilan, dengan jumlah penduduk sebanyak sekitar 12.000 jiwa dan hak pilih sebanyak sekitar 7000 orang pemilih.

Ketika wartawan media ini bertandang ke Kantor Desa Watesnegoro, bertemu dengan Kades Watesnegoro Sampurno, SPd, MPd. Beliau Kades Sampurno mengatakan : “ Untuk melindungi segenab warga masyarakat Desa Watesnegoro kami menyatakan bahwa Desa Watesnegoro perang total terhadap ancaman bahaya Covid-19. Dengan berbagai cara kami mencegah penyebaran virus Corona di wilayah desa Watesnegoro”.

“ Walaupun desa kami luas dan padat penduduk, kami bersama perangkat desa, para kepala dusun, pemerintahan desa Watesnegoro, para RT, dan lembaga-lembaga yang ada di desa yang tegabung dalam Gugus Covid-19 Desa Watesnegoro, tetap semangat tak kenal lelah dan tidak merasa berat bekerja mencegah bahaya Covid-19 karena kami bekerja dengan hati dan tulus ikhlas demi keselamatan warga desa Watesnegoro”, sambung Sampur.
Berdasar informasi yang disampaikan oleh salah seorang ketua RT H.Sukardi Ketua RT.05 RW.02 Dusun Glatik Desa Watesnegoro menjelaskan bahwa berbagai kebijakan telah diambil oleh Kades Sampurna dalam menghadapi pandemic Covid-19 ini. Antara lain Sosialisasi pandemik Covid-19 dan cara pencegahan penyebaran virus Corona termasuk memasang spanduk anjuran rajin cuci tangan, keluar pakai masker dan social distansing. Kemudian penyemprotan disinfektan kerumah-rumah yang dilaksanakan oleh RT masing-masing, setiap RT disuply 1 liter disinfektan dari desa, kemudian kekurangannya masing-masing membeli sendiri dengan biaya swadaya. Ini dilakukan sejak Selasa tanggal 31Maret 2020, dan diulang selanjutnya tiap hari Minggu.

“Untuk RT kami, penyemprotan tidak menggunakan alat yang biasa digunakan petani untuk menyemprot hama tanaman di sawah. Tetapi menggunakan pompa air yang digerakkan oleh generator menggunakan selang yang panjangnya 40 m dan stok disinfektan kami tempatkan di tendon ukuran 500 liter dinaikkan diatas colt T-120 pickup”, terang H.Sukardi.
Kebijakan paling gres yang diambil Kades Sampurna dalam mencegah penyebaran virus Corona adalah menutup semua akses jalan masuk ke Desa Watesnegoro, tiap dusun hanya disisakan satu jalan poros masuk saja. Ketika ditanyakan kenapa jalan masuk desa banyak yang ditutup ? Sampurno menjawab :” Disamping memang petunjuk dari atasan, tujuannya untuk meminimalisir pencegahan penyebaran virus corona dengan membatasi orang luar desa yang berkunjung ke desa Watesnegoro”.
Program kedepan yang sedang direncanakan adalah memberikan santunan sembako kepada penduduk yang kekuragan, akibat terdampak Covid-19. (ifa).

1 KOMENTAR

  1. O iya bpk/ibu di dsn dateng itu kan ada mobil2 tangki air yg biasanya datang umtuk isi air disitu yg hampir semua bukan penduduk watesnegoro biasanya menyalurkan ke luar watesnehoro sda sby dan sekitarnya, mohon itu juga di awasi pergerakannya menhingat sda sby adalah zona merah demi keselamatan warga desa watesnegoro terkasih
    Dan tentunya bantuan dana desa dll segera di salurkan pada yg seharusnya.
    Maturnuwon

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here