Hujan Disertai Petir Merenggut Dua Nyawa Warga Jombang

0
112
Jombang, Sinar Pos – Hujan disertai petir yang melanda wilayah Kabupaten Jombang, Jawa Timur ternyata membawa 2 (Dua) korban. Minggu, (05/04/2020).
Dua korban tersebut diketahui bernama Tarmijan (51), seorang petani, warga Dusun Sedah, Desa Japanan, Kamatan Mojowarno dan Anang Djuwaheni (35), warga Jalan Bali, Kelurahan Jombatan, Kabupaten Jombang, tewas tersambar petir.
Namun, kedua korban yang tewas tersambar petir tersebut lokasi serta waktu kejadiannya berbeda.
Kapolsek Mojowarno, AKP. Yogas, S.H dalam keterangannya mengatakan, peristiwa nahas itu terjadi di jalan Dusun Kedungbader, Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno yang menimpa korban bernama Tarmijan.
“Saat itu ia naik motor perjalanan pulang dari mencari jerami padi, dari Dusun Gembrong, Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno. Namun, dalam perjalanan tiba-tiba petir menyambar Tarmijan. Kemudian dari keterangan saksi, korban pada saat itu masih mengendarai sepeda motor, tiba-tiba korban terkena sambaran petir dan langsung terjatuh dan meninggal,”tutur Kapolsek Mojowarno, AKP. Yogas, S.H
Sementara itu, Kapolsek Jombang, AKP. Moch. Wilono mengatakan bahwa, Setelah Satu jam kemudian, nasib nahas juga menimpa pada korban yang bernama Anang Djuwaheni, yang saat itu sedang mencari rumput, di Kapling C, RT 005 /RW 009, Kelurahan Jombatan, tergeletak sudah tidak bernyawa di bawah pohon.
“Saat hujan turun, Anang tidak berteduh dan tetap melanjutkan aktivitasnya mencari rumput yang tidak jauh dari rumahnya. Tidak lama kemudian, Sujarwan (48), mendengar bunyi petir tepat disamping rumahnya, seperti menyambar sesuatu. Setelah dilihat, ternyata korban Anang sudah tergeletak tidak bernyawa dengan posisi terlentang di sebuah kapling kosong,”ujar Kapolsek Jombang, AKP. Moch. Wilono.
Masih Kapolsek Wilono,”Korban tergeletak di dekat pohon jati dalam keadaan meninggal dunia dan pohon jati yang berada disamping korban dalam keadaan pecah atau terbelah,”ucap Kapolsek Jombang, AKP Moch. Wilono.
“Keluarga korban menerima kejadian tersebut merupakan sebagai musibah. Kemudian petugas dari Polsek dan tim Inafis Polres Jombang, melakukan olah TKP dan visum luar. Dari hasil pemeriksaan luar di tubuh Tarmijan dan Anang, tidak diketemukan tanda -tanda kekerasan dan Kedua korban murni meninggal karena tersambar petir,”pungkas Kapolsek Jombang, AKP. Moch. Wilono.
Selanjutnya, masing – masing dari keluarga korban menerima dan menyadari, jika kejadian tersebut merupakan musibah. Keluarga juga membuat permohonan, agar mayat korban hanya di visum luar dan tidak di Autopsi. (ff)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here