Satreskoba Polres Tanjung Perak Ringkus Residivis Narkoba Asal Surabaya

0
252
SURABAYA, MINGGU (29/03/2020) SINARPOS.CO.ID – Pengapnya ruang tahanan Kepolisian tak membuatnya jera bagi pemuda inisial AS (23), warga Jalan Karang Pilang Gg. Glatik RT 004 RW 002, kini kembali harus berurusan dengan pihak Kepolisian Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak lantaran ketahuan jadi kurir Narkotika jenis sabu dan pil Extasy.
Ia saat ini diringkus oleh Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak pada saat berada didalam rumahnya lantai 2 Jalan Karang Pilang Gg. Glatik Surabaya.
Proses penangkapan ini, setelah anggota Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa tersangka sering transaksi barang haram tersebut di rumahnya.
Guna menindaklanjuti informasi tersebut, anggota Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak langsung bergegas menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pemantauan.
Karna tersangka merupakan A1 dan pada saat berada di dalam rumahnya, tanpa basa-basi anggota langsung melakukan penggerebekan dan penagkapan dirumahnya lantai 2 Jalan Karang Pilang Gg. Glatik.
“Saat kami gerebek, tersangka baru pulang kerja dan istirahat. Tersangka adalah residivis narkoba,” jelas ungkap Kasatreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Moch. Yasin melalui Kanit Iidik I Iptu Doni.
Saat dilakukan penggerebekan dirumahnya petugas menggeledah dan menemukan barang bukti 1 kotak Dosbook bekas HP merk Smartfren yang berisi satu poket sabu-sabu seberat 4,12 (empat koma dua belas) gram, 1 (satu) plastik klip plastik berisi 20 butir pil ekstasi berlogo ‘minion’, 70 (tujuh puluh) buag plastik klip kosong dan 1 (satu) korek api gas, serta 1 (satu) unit HP merek xiomi redmi warna putih.
“Pelaku merupakan kurir narkotika jenis sabu dan Extasy,” cetus Iptu Doni.
Pengakuan Adi kepada petugas sudah kali ketiga dalam sebulan disuruh mengambil sabu-sabu (SS) dengan sistem ranjau.
“Biasanya saya disuruh ambil di tempat sampah yang ada di depan Indomaret sebanyak 20 gram,” kata pelaku AS.
Pria bertato ini juga berterus terang, selain menjadi kurir juga mengedarkan SS. “Jika barang habis, saya bisa mendapatkan komisi Rp 700 ribu,” terang pelaku AS, yang pernah ditangkap anggota reskrim Polsek Karangpilang tahun 2017 lalu atas kasus narkoba.
Dalam melakukan bisnis barang haram tersebut, membuatnya digelandang petugas ke Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan sebagaimana dimaksud dengan pasal 114 ayat (1) Subsider pasal 112 ayat (1) dan 114 ayat (2) Subsider pasal 112 ayat (2) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika. (Rosi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here