Cek Status Lahan, UPTD KPHP Jebus, Bemban dan Antan Turun Lokasi.

0
140
BANGKA BARAT, SINAR POS – terkait status lahan di Desa Cupat, Kecamatan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat, yang digunakan oleh sebuah perusahaan tambak udang, pihak UPTD kesatuan pengelolaan hutan produksi (KPHP) Jebu, Bemban dan Antan turun untuk mengecek ke lokasi.
Hasil pemeriksaan oleh pihak KPHP menunjukan bahwa lahan yang digunakan dan untuk lokasi pendirian tambak, serta lahan mangrove di depan tambak, yang diduga sempat dirusak oleh pihak tambak, yang berada persis didepan tambak, adalah lahan Areal Penggunaan Lain (APL)
Menurut kepala KPHP Meliyadi jika lahan tersebut masuk APL, maka pihaknya tidak memiliki wewenang untuk melakukan penindakan.
“Seperti rekan-rekan lihat sendiri, lahan ini setelah kita cek tidak termasuk lahan kawasan, baik itu hutan lindung atau pun hutan produksi, tapi masuk dalam lahan APL. maka kita tidak memiliki wewenang untuk melakukan penindakan,” terang Maliyadi.(23/03/2020)
Namun Meliayadi menyayangkan perusakan mangrove yang diduga dilakukan oleh perusahaan tambak tersebut.
“Seharusnya semua pihak mendukung gerakan penanaman mangrove dan jambu mete, yang saat ini tengah digalakan oleh Gubernur Provinsi Bangka Belitung, apa lagi kita akan menuju hari mangrove sedunia,” ujar Meliyadi.
Meliyadi mengajak seluruh masyarakt, untuk ikut berperan aktif dalam menjaga dan merawat mangrove, serta merehabilitasi mangrove yang sudah rusak.
“Mari bersama-sama kita menjaga dan merawat mangrove yang ada, dan juga kita bersama-sama untuk merehabilitasi mangrove yang rusak, karena ini semua bukan hanya demi kita, tapi juga demi anak cucu kita nanti,” tandas Meliayadi.(RR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here