Keindahan Batik Kembang Turi Kota Blitar

0
124

Blitar, Sinar Pos

Unesco mengakui batik sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia. Tidak hanya pemerintah saja yang berperan melestarikan batik. Namun masyarakat juga mempunyai peran penting untuk melestarikan.

Dengan kekayaan dan keindahan seni budaya, Indonesia memiliki yaitu Batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan Nonbendawi oleh UNESCO, yang kemudian pada tanggal 02 Oktober oleh Pemerintah Indonesia diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

Salah satu kebanggaan inilah ditingkat daerah disambut sangat baik dan antusias, seperti yang ada di Kelurahan Turi, Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Kepeduliannya terhadap Batik sangat tinggi sehingga setiap tahunnya pihak Kelurahan menggelar acara pameran memperingati Hari Batik Nasional.

Bambang Irawan,SE Kepala Kelurahan Turi saat ditemui diruang kerjanya mengatakan, bahwa di Kelurahan Turi punya potensi yang sudah berkembang, yaitu Wisata Kampung Batik yang diberi nama Batik Kembang Turi. Jadi memang benar, kalau kelurahan sini sangat peduli, itupun telah di buktikan dengan setiap tanggal 02 sampai dengan 04 Oktober, setiap tahunnya mengadakan pameran batik.

Selain itu, untuk d ketrampilan pihaknya bersinergi dengan Dinas Perindustrian dengan mengadakan pelatihan agar warganya mampu berinovasi dan berkreasi serta punya daya tarik tersendiri. ” Bisa anda lihat di pintu masuk, dinding – dindingnya kita gambar motif Batik. Namun saat ini upaya kami untuk mengembangkan market penjualan Batik, yaitu dengan cara melalui medsos dan pameran. Beberapa waktu lalu kami dikunjungi dari luar daerah, seperti Kediri, Tulungagung, Gresik dan bahkan dari dari Cirebon,” ungkapnya.

Jum’at ( 13/03) secara terpisah Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar, Arianto melalui Mulani kabid Pengawasan mengatakan pihaknya mendukung kegiatan yang diadakan di Kelurahan Turi. Dia membebarkan untuk urusan Batik, yang saat ini menonjol adalah Kelurahan Turi. Pihaknya telah
berikan bantuan untuk warga Kelurahan Turi dan Kelurahan lain berupa pelatihan dari tingkat dasar hingga lanjutan. “Untuk peralatan kami sediakan bahannya saja. Setelah jadi Batik kita pasarkan untuk nanti hasilnya buat beli peralatan secara kelompok. Bukan kita tidak mau memberikan peralatan, namun hanya saja aturan dan persyaratannya yang kebanyakan belum memenuhi, seperti harus berbadan hukum dan harus sudah berjalan tiga tahun.,” Jelasnya. (Har)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here