SEORANG PEMOHON KECEWA ATAS KETATNYA REKOM GAMBAR IMB RUMAH SEDERHANA

0
959

Banyuwangi – Sinar Pos, Selaku pemohon izin dalam hal mendirikan bangunan (IMB), untuk rumah sederhana, beberapa warga mengeluhkan dalam hal lamanya penyelesaian dan ketatnya beberapa persyaratan yang harus direvisi dan diklarifikasi, terkait gambar teknis sebagai syarat pengajuan.
Keluhan tersebut terkait revisi-revisi setelah tinjau lapang (TL) oleh dinas terkait.

Revisi dan pengesahan atas gambar permohonan IMB sebenarnya sudah dilakukan di Mall Pelayanan Publik oleh personil PU yang ditempatkan dan setelah gambar dinyatakan benar, barulah dibubuhi stampel untuk diteruskannya pendaftaran izin.

Dari diterimanya pendaftaran izin oleh petugas Dinas DPMPTSP, warga juga mengeluhkan ketidak jelasan untuk kepastian kapan akan ditinjau lapang (TL), kadang kala, pemohon harus aktif untuk memperoleh kejelasannya dengan mendatangi Mal Pelayanan kembali.

Setelah Tinjau Lapang (TL) dilakukan, dokumen dikembalikan lagi ke mal, bahwa ada beberapa catatan, terkait klarifikasi verifikasi dokumen terutama kesesuaian gambar dengan bangunan yang ditinjau, lagi lagi upaya warga akan untuk kembali meminta penjelasan mengenai jalan keluar terhadap hasil TL tersebut, mengalami kebingungan, dan beberapa warga pemohon sampai minta penjelasan dengan cara mendatangi langsung Kantor Dinas PU dan Cipta Karya, berarti personil Dinas PU yang ditempatkan di Mal Pelayanan dianggap tidak efektif terkait penjelasan hal-hal yang akan dikonsultansikan setelah menerima catatan, revisi bagaimana jalan keluar yang harus diselesaikan.

Bagi warga yang telah berdiri bangunannya, bila harus direvisi terkait gambar dan kenyataan dilapangan bukan hal yang mudah dilakukan. Bila bangunannya sudah berdiri, dan dinyatakan ketidaksesuaian dengan garis sempadan bangunan, ataupun ketidak lengkapan utilitas seperti drainase, resapan, kesesuain septictank, berarti bangunan tersebut apakah harus dibongkar, sebab catatan yang dikeluarkan tidak ada perintah untuk pembongkaran.

Menurut pemohon, apakah tidak ada kebijaksanaan pada bangunan yang sudah berdiri, diberikan solusi bagaimana mensikapinya, ataukah upaya pengajuan permohonan yang panjang ini, dinyatakan tidak akan dikeluarkan izin IMBnya, warga akan kesulitan jika merenovasi kembali, karenan akan menelan biaya yang tidak sedikit, 1,2 point catatan revisi akan menimbulkan kompleknya perbaikan rumah, padahal hanya izin rumah sederhana.

Pemohon merasa ketidak adilan untuk mendapatkan IMB, padahal dokumen tersebut akan diajukan untuk memperlancar kegiatan UMKM nya, yang diharapkan dengan adanya surat IMB pihak jasa keuangan akan memberikan kredit modal kerja yang dapat memperlancar usahanya.

Mereka memberi perbandingan bagaimana dengan bangunan investasi besar yang melanggar sempadan sungai dan bangunan dalam memperoleh izin-izinnya, padahal secara kasat mata, banyak di Banyuwangi dijumpai pelanggaran-pelanggaran namun tidak ditindak seperti kesulitan warga dengan rumah sederhananya.

Lagi warga pemohon kecewa atas peraturan ketatnya kaitan permohonan rekom gambar izin mendirikan bangunan (IMB), yang diterapkan oleh Dinas PU Cipta Karya Perumahan & Pemukiman bagi pemohon yang sudah berdiri bangunan.

Diantara warga yang mengunjungi Mal Pelayanan Publik (MPP) Banyuwangi, ada salah seorang pemohon IMB yang bernama Tito (55), sangat kecewa terhadap ketatnya rekom gambar dari Dinas PU Cipta Karya.

Menurutnya, sebagai pemohon IMB, harus ada kebijakan untuk rekom gambar bangunan yang sudah berdiri karena kami sebagai masyarakat hanya untuk kelengkapan syarat pengajuan kredit di Bank, kata Tito kepada media SP saat di Warung pintar depan MPP, Jum’at (13/3/2020).

” Kami kecewa atas yang dilakukan terhadap ketatnya rekom gambar untuk permohonan IMB bangunan yang sudah lama berdiri yang menjadikan lamanya proses untuk memperoleh permodalan usaha,”ungkap Tito dengan nada kesal.

” Dinas PU Cipta Karya seharusnya bersikap adil kalau mau terapkan aturan ketat jangan hanya kepada warga kecil, kenapa untuk investor tidak diperlakukan aturan ketat “ada apa”?, terangnya.

” Kami mohon ada kebijakan atas permohonan rekom gambar yang sudah berdiri bangunan lama, jangan terlalu ketat kecuali bangunan itu belum berdiri,” harap Tito. (Tim/hrs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here