POKMAS TUNAS BANJAR GANDENG PEMDES DESA BANJAREJO REJOTANGAN UNTUK PERCEPAT PEMBERKASAN PTSL

0
314

Tulungagung, www.sinarpos.co.id

Tulungagung 11/03/2020
Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) atau Program Percepatan Proses Sertifikasi dilakukan secara serentak di Indonesia dan diberikan kepada masyarakat dengan golongan ekonomi lemah hingga menengah, utamanya yang memiliki penghasilan tidak tetap. PTSL dibiayai APBN melalui DIPA Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota menyangkut Perencanaan dan persiapan, Penyuluhan, Pengumpulan data yuridis (pemeriksaan Bukti Hak), Pemeriksaan dan pengukuran tanah, Penerbitan SK Hak, Penerbitan dan penyerahan Sertifikat yang oleh masyarakat diistilahkan gratis. “Peserta PTSL tidak dibebani biaya asal persyaratan benar dan lengkap sesuai dengan PP No. 1 tahun 2010 tentang Standar Pelayanan dan Pengaturan Pertanahan,penjelasan KASUBAG TU Kantor Pertanahan Kabupaten Tulungagung pada beberapa tahun lalu

Adapun biaya yang timbul akibat dari persyaratan yang harus dipenuhi (tidak lengkap) menjadi tanggung jawab pemohon/peserta PTSL seperti menyediakan kelengkapan dokumen persyaratan (bukti kepemilikan), pengadaan patok dan materai, Pembayaran pajak (BPHTB dan PPh), pengisian dan penyusunan kelengkapan berkas/warkah, biaya yang berkaitan dengan saksi serta operasional /Petugas Desa seperti Biaya penggandaan dokumen pendukung, pengangkutan dan pemasangan patok dan transportasi petugas desa dari kantor desa ke kantor pertanahan dalam rangka perbaikan dokumen yang diperlukan.

Program PTSLdiharap bisa berjalan sesuai target bidang, target waktu dan tepat sasaran dimana intinya program ini mengarah ke sistematis lengkap secara bertahap. Menurutnya, program PTSL mendapat dukungan positif dari Pemkab melalui Kecamatan, termasuk dari Kejaksaan dan Polres Kabupaten Tulungagung “Masyarakat harus berperan aktif mendukung program PTSL, karena program ini tidak akan sukses tanpa peran aktif dari masyarakat,” tegas kepala desa Zainudin.

Lebih lanjut diungkapkan Kepala Desa Banjarejo Zainudin”, bahwa program ini akan berdampak positif terhadap warganya yang selama ini minim pengetahuan tentang pertanahan dimana sering terjadi jual beli tanah tanpa sepengetahuan pemerintah desa terutama dari data yuridis tanah seperti bukti kepemilikan, Akta Jual Beli (AJB), hibah, Akta Pembagian Hak Bersama (APHB), Surat Keterangan ahli waris, segel, kwitansi dan lainnya”

“pihak desa selama ini selalu membantu mas demi kelancaran pemberkasan dan juga demi suksesnya PTSL ini ,karena ini program nasional yang benar benar sangat ditunggu dan membantu masyarakat “imbuhya

Program PTSL dilaksanakan berdasarkan keputusan bersama Menteri ATR/BPN, Menteri Dalam Negeri, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi No. 25/SKB/V/2017, 590-3167A Tahun 2017 dan No. 34 Tahun 2017, yang menetapkan biaya

Adapun melalui musyawarah yang dihadiri pemohon BPD, tokoh masyarakat dan tokoh agama maka dibentuklah POKMAS Dengan nama POKMAS TUNAS BANJAR yang diketuai bapak Kusmaji

Melalui pokmas maka disusun anggaran untuk pembiayaaan PTSL, dan dengan susunan anggaran itu disepakati semua pemohon untuk pembiayaan sertifikat yang di bantu POKMAS

Salah satu pemohon saat dikonfirmasi wartawan Sinar Pos menuturkan” program ini memang sangat diminati dan ditunggu masyarakat mas selain murah prosesnya juga simpel karena kita telah sepakat pengurusan lewat POKMAS dan kesepatan kali ini saya juga sangat berterima kasih pada POKMAS TUNAS BANJAR yang telah bekerja sosial membantu masyarakat mengurusi program PTSL ini ” ucap Supardi warga Banjarejo.

Warga masyarakat desa Banjarejo kecamatan Rejotangan sangat berterima kasih pada pemerintah pusat khususnya pada pemerintah desa serta pokmas tunas banjar desa Banjarejo yang membantu mengurus sertifikat mereka lewat PTSL.(DUL)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here