Pertemuan Pemberdayaan Kelembagaan Petani Tebu Dinas Perkebunan Prov.Jawa Timur 

0
118

Surabaya Sinar Pos – Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur gelar pertemuan pemberdayaan kelembagaan petani tebu, dengan tema, kegiatan budidaya penanganan panen dan pasca panen tanaman tebu tahun 2020 di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, hari Senin hingga Selasa (9-10/3/20).

Kepala Dinas Perkebunan provinsi Jawa Timur (jatim), Ir. Karyadi, MM mengatakan, pihaknya mengumpulkan seluruh stakeholder tebu dan pergulaan, di sini ada direksi, direktur Utama para Dirut gula, para General Manager pabrik gula, kelompok tani tebu, koperasi tebu, dinas kabupaten lengkap pada hadir, jumlah yang hadir 130 dari seluruh Jawa Timur semua, tentu kita ingin meningkatkan produksi ujarnya.

Kita pernah produksi 1.260.000 ton di tahun 2016. Tahun kemarin hanya 1.046.000. Sehingga masih perlu dipacu untuk peningkatan produksi dan itu kita harus berikan motivasi kepada petani tebu di Jatim, itu tentu perlu Sinergi semua stakeholder. Apa sih dorongan untuk bisa peningkatan areal, peningkatan memperbaiki tanaman. Kuncinya usaha tebu ini harus menguntungksn bagi petani. Ketika usaha tani itu menguntungkan, ya pasti semangat untuk peningkatan tanamannya, memperbaiki tanamannya, membongkar lahannya menjadi lebih baik, itu tentu ada upayanya katanya.

Kalau tidak menguntungkan buat apa usahatani tebu tapi tentu harus kita pacu Bagaimana lebih efisien, semua kita dukung, peralatan, mekanisasi mekanisasi sudah lengkap. Oleh karena itu tinggal dorongan bagaimana stakeholder ini Sinergi untuk bisa mengembangkan tebu di Jawa Timur. Meningkatkan produksi dan produktivitas tebu di Jatim itu yang kita lakukan di sini, ucapnya.

Gula itu produksi. nasional hanya 2223000 ton, kebutuhan untuk konsumsi nasional 2. 850.000 ton, jadi defisitnya 600.000 untuk nasional. Kalau Jatim produksinya 1. 046. 000 ton, tapi konsumsi Jatim hanya 450. 000 ton. Untuk Jatim surplus, gula ini kan untuk nasional surplusnya sekitar 600. 000 ton. Sehingga kalau tidak ada penambahan dari luar ya pasti kurang. Itu untuk konsumsi, belum lagi untuk industri dan lain sebagainya Ya tentu perhitungan neraca gula harus bagus. Memang mau tidak mau harus didukung dari luar, untuk mencukupi kebutuhan konsumsi nasional tutur Ir. Karyadi MM. (Nwi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here