Gus Amin : “Ya Saya Dapat Rekom PKB “

0
378

Foto : Dari kiri ke kanan Drs. Kartiwi, H. Pungkasiadi, SH dan H. Al-Amin Ranuwiharja, SIp duduk di ruang tamu DPP PKB. Saat mengikuti fit and proper test para bakal calon bupati dan wakil bupati pilkada Mojokerto 2020 yang dilakukan oleh Desk Pilkada DPP PKB di Jakarta. (6/3/2020).

Jakarta (Sinar Pos) – Selesai tahapan penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati Pilkada Mojokerto 2020 oleh Desk Pilkada DPC PKB Kabupaten Mojokerto per 1 Maret 2020. Telah terjaring beberapa Pasangan Bakal Calon (Pasbaslon) Bupati dan Wakil Bupati serta beberapa Bakal Calon Bupati (Bacabup) saja dan seorang Balon Calon Wakil Bupati (Bacawabup) saja.

Yang telah terjaring secara resmi adalah mereka para balon yang telah mengembalikan formulir pendaftaran yang telah diambilnya beberapa hari sebelumnya, kepada Desk Pilkada DPC PKB Kabupaten Mojokerto dalam tenggang waktu yang telah ditentukan yaitu 7 hari ( 24 Februari 2020 sampai dengan 1 Maret 2020 ).

Ada 5 Pasbalon Bupati dan Wakil Bupati yang resmi terjaring yaitu IKBAR ( dr. Hj. Ikfina Fahmawati, MSi – H.Muhammad Al-Barra, Lc, MHum / Ikfina – Barra ); H.Kusnan Hariadi, SH, AMd, G – Subagyo; PUJA ( H. Pungkasiadi, SH – Hj. Dra. Jauharoh, MPd / Pung-Jauharoh ); Drs.Purwo Santoso, MM – Karji, SH ; YONI ( Drs. Yoko Priyono – Dra. Hj. Chairunnisa / Yoko-Nisa ).

Bacabup yang terjaring ada 6 balon, H. Al-Amin Ranuwiharja, Sip ( Gus Amin ) ; H. Ayub Daniel Aqso, SE., MSi.; H.Anton Fatkhurrahman ; Edi Purnomo ; M. Afif ; Wahyu Haminarko, SPd, MSc. Dan ada seorang Bacawab yaitu Drs.Kartiwi.

Mereka para Pasbalon dan Balon yang terjaring tersebut di atas, pada hadir di Graha Gus Dur Kantor DPP PKB Jl. Raden Saleh Raya No.9, RW.2, Kenari, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, Jum’at tanggal 6 Maret 2020. Untuk mengikuti tahapan seleksi berikutnya yaitu Uji Kelayakan dan Kepatutan ( Fit and Proper Test ) yang diselenggarakan oleh Desk Pilkada DPP PKB.

Hadir tak kurang dari 16 orang balon dalam tahapan Uji Kepatutan dan Kelayakan tersebut, yang berasal dari Pasbalon Bupati dan Wakil Bupati, Bacabup dan Bacawabup. Hanya dua orang saja yang absen yaitu Jauharoh yang dikabarkan batal gandeng dengan Pungkasiadi dan Bacabup Edi Purnomo.

Gus Amin memberikan informasi bahwa datang ke kantor DPP PKB hari Jum’at tersebut pada pagi hari sekitar jam 09.00 Wib sesuai dengan undangan yang diterimanya. Saat itu sudah banyak orang yang datang, tambah lama orang semakin berjubel lalu lalang di ruang tamu DPP PKB.

Rupanya Fit and Proper Test ini bebarengan dengan daerah Kabupaten lain seperti Sumenep, Trenggalek, Ngawi, Malang dll. Sebagaimana telah diketahui ada 19 Kabupaten dan Kota di Wilayah Propinsi Jawa Timur yang menyelenggarakan Pilkada Serentak 2020.

Ketika dipanggil masuk ruang ujuan, Gus Amin yang tokoh LSM dan juga seorang Tokoh Agama ini dihadapkan kepada dua orang penguji yang dibantu oleh dua orang stafnya.Penguji bertanya kepada Gus Amin

“ Bagaimana strategi dan taktik pemenangan Saudara ?” Gus Amin menjawab : “ Strategi dan teknik pemenangan Saya. Tidak melanggar aturan berbangsa dan berbangsa dan juga tidak melanggar aturan agama “. Kemudian Gus Amin menjelaskan teori pemenagannya lebih lanjut, yang akhirnya terkait penjelasan Gus Amin para penguji merasa takjub.

“ Ini teori yang belum pernah saya temukan di dunia “, kata Penguji. “ Makanya saya ini kan orang dunia yang menelorkan teori ini “, ujar Gus Amin.

Dialog seterusnya tentang aset Gus Amin. Penguji heran menanyakan kenapa pada data isian aset ditulis nol. Kemudian Gus Amin membenarkannya, bahwa secara syariat memang tidak punya apa-apa. Tapi hakekatnya seluruh aset di dunia ini kan milik Allah. La kalau kita ini hamba Allah kan ini, saya jelaskan semuanya, akhinya terkait segala sesuatunya penguji merasa takjub dan terdiam. Kemudian Gus Amin mengajaknya santai saja sehingga situasinya menjadi segar lagi dan tidak tegang.

“Ini orang paling langka di zaman akhir yang perlu dipertahankan”, kata penguji. “Sehingga saya memaknai, ya Saya dapat rekom PKB (red)”, sahut Gus Amin.

Setelah berakhir Gus Amin menanyakan kepada penguji mengapa kok gak diuji tentang visi dan misi ? “ Oh untuk sampean gak usah gak uasah”, jawab Penguji.

Berbeda dengan Gus Amin. Bacawabup Drs. Kartiwi yang Tokoh LSM Mojokerto dan juga Tokoh Budaya mengaku menjalani uji kelayakan dan kepatutan cukup singkat hanya sekitar 10 menit saja. Menurut penjelasan Kartiwi semua yang ditanyakan para penguji telah dijawabnya dengan baik dan lancar. Mulai dari visi dan misi, selanjutnya kesanggupan membesarkan NU dan PKB, kemudian kesanggupan bekerja sama dengan kader-kader NU dan PKB, kesiapan strategi pemenangan dan biaya pemenangan termasuk kenapa maju pilkada lewat PKB. Kartiwi sempat menjelaskan bahwa dirinya termasuk pengagum berat Gus Dur, karena pemikirannya tentang kebangsaan. (ifa).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here