Kasus Bullying Di Sekolah, Mahbuba Tuntut Kasek SMPN 1 Kota Kediri Minta Maaf

0
84

Foto : Moch.Mahbuba, SH (kiri) dan Marsudi Nugroho (Kasek SMPN 1 Kota Kediri)

KEDIRI SINAR POS – Aksi Bullying (Teror Mental) terhadap siswa – siswi di sekolah sering kali terjadi, tindakan bully bisa merugikan mental anak dan merusak semangat belajar, baru – baru ini Kepala SMPN 1 Kota Kediri, Marsudi Nugroho, disomasi oleh penasehat hukum Moch. Mahbuba SH, karena diduga melakukan tindakan yang menimbulkan bullying terhadap seorang siswi berinitial D, siswi SMPN 1 Kota Kediri, anak dari kliennya.

Mahbuba yang dulu dikenal Aktifis Anti Korupsi, Ketua LSM Indonesian Justice Society (IJS) dan ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bumi Indonesia Bersatu (BIB), meminta Kepala SMPN 1 Marsudi untuk melakukan permintaan maaf terbuka di hadapan para siswa dan sekaligus mengundurkan diri dari kepala sekolah secara sukarela.  “Jika tidak, kasus itu akan ditindaklanjuti melalui proses hukum,”ujar Mahbuba.

Akibat bullying oleh teman-temannya ini, menurut Mahbuba, D mengalami depresi disertai gejala psikomatis, sehingga menyebabkan perubahan perilaku yang sebelumnya periang menjadi pemurung, juga keluhan fisik akibat tekanan psikis. “Dia sempat di rumah sakit dan sempat dibawa ke psikolog. “Hasilnya, D mengalami depresi,”tandas Mahbuba.

Dia menambahkan, Kejadian bullying itu bermula saat D dimintakan ijin orang tuanya dari sekolah untuk diajak ke Semarang. Sehingga dia tidak mengikuti kegiatan ekstra kurikuler. Ijin itu sudah diberikan. Namun saat mau pulang, dia ‘diancam’ nilai ekstranya nol. Mendengar itu, D  menangis tersedu, takut nilainya nol, meski ijin sudah diterima.

Mahbuba menambahkan, beberapa hari kemudian, saat pertemuan pengurus OSIS dan para ketua kelas, Kepala SMPN 1 Marsudi Nugroho menjelaskan terkait kejadian D. Sehingga, para siswa yang lain menjadi mengetahui kejadian itu. Akibatnya, D menjadi korban bullying oleh teman-temannya.

Sementara Kepala SMPN 1 Marsudi Nugroho saat dikonfirmasi awak media. (Dikutip dari Kediri Post) awalnya mengatakan mengelak adanya masalah teraebut. Tetapi beberapa saat kemudian dia menjelaskan bahwa pada saat itu guru itu mengingatkan jangan sampai sering-sering tidak masuk. Kalau sering tidak masuk, nilainya ekstranya bisa nol. “Jadi hanya mengingatkan saja,”jelas Marsudi.

Sedangkan terkait kejadian di pertemuan pengurus OSIS dan ketua kelas, Marsudi mengaku tidak menyebut nama D secara langsung, hanya menyebutkan kejadian pada Hari Jumat (24/1/2020), jangan sampai diikuti atau terulang. “Saya tidak menyebut nama siswa, hanya kejadian pada Hari Jumat,” jelasnya.

Masalah tersebut sebenarnya menurut Marsudi sudah selesai dan  sudah dilaporkan ke Diknas. Sedangkan Dia juga belum tahu soal adanya somasi. “Sudah tidak ada masalah. Sudah selesai. Malah orang tuanya minta maaf ke sekolah dan tetap menyerahkan anaknya ke sekolah,”tandas Marsudi. (Leh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here