Kasus Kekerasan Siswa SD Kembali Terjadi di Bangka Barat

0
99

BANGKA BARAT SINAR POS– Suasana di kantor Desa kelabat, kecamatan Parit 3 Kabupaten Bangka Barat terasa tegang ketika acara mediasi antara orangtua murid korban pemukulan dengan pelaku yang terjadi di salah satu Sekolah Dasar, dusun Jamphan Desa kelabat, Selasa (03/03/2020)

Acara mediasi tersebut di hadiri oleh 2 orang pelaku pemukulan yang juga menyandang status sebagai siswa di sekolah terkait dan juga di hadiri oleh 2 orang saksi kejadian serta satu orang siswa yang merupakan korban.

Proses mediasi tersebut di tengahi oleh Bhabinkantimas Desa kelabat,serta Babinsa kelabat dan turut hadir juga para orang tua pelaku dan korban serta pihak guru dari sekolah terkait.

Orang tua korban pemukulan mengatakan anaknya menderita sakit kepala pasca pemukulan yang dilakukan oleh 2 orang pelaku dan Ia pun menyangkan kenapa peristiwa itu menimpa anaknya.

Di ceritakan Kronologis kejadian terjadi pada hari Senin(02/03) sekitar pukul 13.30 WIB dijalan depan kantor camat parit tiga,saat itu Pansu (korban) menyaksikan perkelahian yang melibatkan 2 Orang siswa SD,lalu korban berinisiatif untuk melerai perkelahian tersebut,namun ketika dia berhasil melerai malah salah satu siswa yang terlibat perkelahian justru mengadu kepada pelaku PTR dan HKL, kemudian PTT bersama HkL datang dan menyerang korban.

Akibat dari serangan pelaku,sampai sekarang korban masih merasakan sakit kepala dan melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya, korban pun sampai saat ini masih trauma.

Sementara salah satu pihak Sekolah Dasar Negeri yang siswanya menjadi korban menyayangkan peristiwa tersebut sampai terjadi, sedangkan pihak Sekolah Dasar Negeri yang siswanya menjadi Pelaku akan memberikan peringatan keras kepada siswanya yang melakukan pemukulan terutama pada orang tua dan pihak sekolah tersebut mengatakan apabila siswa tersebut mengulangi kesalahannya maka pihak sekolah mengambil tindakan.

“Apabilah siswa tersebut kembali melakukan kesalahan yang sama maka pihak sekolah akan mengembalikan siswa tersebut kepada orang tuanya dengan kata lain siswa tersebut akan di keluarkan”, Ungkap Salah seorang guru sekolah dasar tersebut.

Dalam mediasi tersebut di upayakan damai secara kekeluargaan,di sana disepakati bahwa pelaku akan membayar ganti rugi sebesar 2 juta kepada korban, yang mana uang tersebut diperuntukan sebagai pengganti biaya perobatan dan biaya santunan atas trauma yang di alami korban.

Korban atas nama Pansu (13) merupakan siswa kelas 5 SD Negeri yang terletak dusun jamphan,sedangkan pelaku yang berinisial KH (13) dan PTR(14) merupakan siswa SD Negeri Parit Tiga yang terletak di desa Puput Atas.(JUSRIADI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here