Rakerda BKKBN Jatim Tahun 2020 “Bangga Kencana  Diera Milenial Untuk Jatim maju, Sejahtera dan Berkeadilan”

0
123

Surabaya Sinar Pos – Badan Kependudukan Keluarga Berencana nasional (BKKBN) provinsi Jawa Timur (Jatim) gelar rapat kerja daerah (Rakerda) Program BANGGAKENCANA tahun 2020 dengan tema “Bangga Kencana dalam era milenial untuk Jatim maju, sejahtera dan berkeadilan, di Hotel Bumi Surabaya senin (2/3/20).

Kepala BKKBN Prov. Jatim, Sukaryo Teguh Santoso, M. Pd mengatakan, Universitas Airlangga, ITS, Jember juga kerja sama, jadi jatim itu komprehensif, 10 perguruan tinggi sudah mulai membangun kolaborasi dengan BKKBN, ada tiga pendekatan di bidang akademis, perkuliahan melalui mainstream, program kependudukan, keluarga berencana melalui tempat kuliah, dan riset, pengabdian masyarakat. Pengabdian masyarakat itu salah satunya melalui kkn, kkn tematik itu sesuai dengan konteks nya. Tadi adalah kampung KB, maka mahasiswa nanti secara bertahap akan membina keluarga dari 3 matranya, tiga pilar nya, kependudukan, pembangunan keluarga dan keluarga berencana di kampung KB ujarnya.

Kalau masa lalu KKBPK, sekarang dengan banggakencana, pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana. Dirubah karena kita menghadapi populasi yang berubah pula, kurang lebih 30% populasi yang ada di negri ini termasuk yang disebut milenial dan julenial, penduduk penduduk yang dilahirkan pada tahun 1982 hingga sekarang. Penduduk ini memang perlu lagi memahami konsep perencanaan keluarga yang baik. Maka sesungguhnya perubahan nomenklatur itu sedang dengan struktur penduduk yang saat ini di indonesia, itu yang pertama.

Yang kedua tidak hanya banggakencana, tapi logo bkkbn. Logo bkkbn itu juga mengalami perubahan, ini juga hasil FGD dengan kawan-kawan kelompok millenial, yang dulunya gambarnya anak 2 diapit bapak ibu, sekarang ini lebih lambang cinta, membangun keluarga dilandasi cinta kasih sayang yang unlimited, selamanya katanya.

Rakerda ini kita harapkan ada komitmen kembali, dari para pihak, dari para mengambil keputusan, baik ditingkat provinsi maupun kabupaten kota tentang pembuatan program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana.

Rata-rata jatim itu tfr nya sudah mendekati angka 2, di madura kemarin di pamekasan malah 1,9. Di jatim 1,98. Secara umum itu bagus, hanya nanti ada wilayah-wilayah yang kawin mudanya tinggi, biasanya kelahirannya tinggi.

Prinsipnya di dalam pelaksanaan program keluarga berencana jatim ke depan , minim disentuh kb dengan baik, di situlah bkkbn hadir. tuturnya. (Nwi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here