Universitas Terbuka Surabaya Meng-Upgrade Para Tutornya.

0
68

Surabaya Sinar Pos – Universitas Terbuka Negeri Surabaya meng-Upgrade para Tutornya, dengan Tema “Membangun Profesionalisme para Tutor di UT”. di Hotel INNA Tunjungan Surabaya Jum’at (28/2/20).

Direktur Universitas Terbuka Surabaya, DR. Hj. Suparti MPd, mengatakan, mengadakan pelatihan Tutor, tutorial tatap muka. Mereka adalah calon-calon pembimbing mahasiswa Universitas Terbuka kalau diganti kan istilahnya bukan dosen, ya pembimbing atau tutor sebelum mereka melaksanakan kegiatan membimbing mahasiswa kami, kami harus memberikan pembekalan kepada mereka biar nanti mereka tidak salah arah karena belajar di UT berbeda dengan belajar di perguruan tinggi.

Tatap muka kalau diukur dengan mengandalkan kemandirian siswanya disuruh pintar belajar mandiri berarti tutornya kan harus lebih pintar untuk mengarahkan ke sana, karena itulah mereka para dosen ada yang dari UTM ada yang dari Untag ada yang dari UWK, tapi tetap perlu kita beri pelatihan karena memberi kuliah di tempat mereka berbeda dengan membimbing di tempat kami atau menjadi tutor di tempat itu.

Jadi itu tujuannya. Biar mereka kenal, disamping tadi saya kenal kan itu perguruan tinggi negeri yang sistemnya belajar jarak jauh, kita kenal kan itu yang pasti akan berbeda dengan mereka sehingga anggapan belajar di UT itu yang seperti ini nanti biar benar sesuai jalur harapan kami selanjutnya.

Selanjutnya biar nanti kami bisa belajar sesuai prosedur dan bisa memperoleh hasil yang maksimal sesuai harapannya dan terakhir lulus dengan IPK tinggi.

Kalau di islam itu kan ada orang yang berilmu karena sudah janji Tuhan. Tuhan akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu, yang kedua itu yang luar biasa, kalau beriman Ya diperoleh melalui ajaran agama mereka, kalau berilmu yang harus kita berikan mereka sebab jumlah Mahasiswa Kami sekarang ini 17. 115, untuk semester sekarang itu bila ada di 18 kabupaten kota Karena wilayah Kami, Madura mulai Sumenep sampai Bangkalan, kemudian Surabaya ke Barat. Surabaya Gresik Lamongan sampai Tuban Bojonegoro, kemudian Sidoarjo ke barat sampai Ponorogo tidak termasuk Nganjuk.

Nganjuk kelewatan loncat langsung ke Ponorogo Magetan Ngawi Madiun kabupaten dan kota. jumlah tutor di kita ada 1500an, jadi kelasnya itu rasionya 20 sampai 25 Jadi kalau dibuat rata-rata mahasiswa kami 17.000 yang mengikuti kegiatan tatap muka tutorial itu ya 80% nya itu diambil oleh 1.500 tutor, jadi kadang ada yang off, ada yang on, kadang Ada, mereka oh Bu, sedang ada S3, jangan dijadwal dulu. Tapi kan masih menjadi tutor kami. Kalau ujian kami ada ujian tulis, ujian tulis itu sudah gratis karena sudah termasuk SPP yang gak mahal. Di UT spp-nya murah, tapi sudah termasuk layanan ujian dan layanan tutorial online. Kalau layanan tutorial tatap muka itu ada biaya sendiri jadi mereka harus mengumpulkan sejumlah teman 20 orang, kemudian ada biaya administrasi Rp150.000 itu. Tapi kalau gratis, jadi SPP Rp1.300.000 itu sudah dapat 1 set buku 1 semester, sudah dapat materi ujian tutorial online.

Jadi mereka tinggal menyediakan paket data saja, pas ujian berhalangan dia bisa nyusul ujian, jadi namanya ujian susulan tapi melalui online itu yang kala itu di luar layanan, yang ada ujiannya sebagaimana perguruan tinggi negeri dan swasta membangun profesionalisme para tutor.

Di UT Surabaya karena satu paket itu harus diikuti oleh 30 orang, dulu kita kenapa 60 Seperti yang kemarin kita kenakan, 60 kita jadi 2 efektif lah kalau kita karena mendadak latihannya mereka harus berlatih menjadi tutor di hadapan teman-temannya. Mereka harus mengerjakan, berlatih membuat tugas, karena itu kalau dibuat kelas yang besar nanti nggak efektif.

Kan biasanya mendengarkan saja, kalau jumlahnya kecil mereka akan terlibat langsung, ini kan banyak. Masyarakat yang belum tahu ya kalau udah 1 menerima segala urusan jadi lulus tahun berapa pun itu diterima tuturnya. (Nwi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here