Wabup Jombang Sumrambah : Jangan Pernah Takut Memasuki Ranah Kesenian Tradisional

0
51

Jombang, Sinar Pos

Di era milenial ini semua sudah serba canggih, baik dalam hal industri maupun tataran kehidupan manusia lainnya. Banyak hal yang sifatnya tradisional menjadi barang langka dan mahal.

Namun, dibalik ketradisionalan tersebut menyimpan sebuah potensi yang besar, bila dikelola dengan baik dan benar. Inilah yang diungkapkan Wakil Bupati Jombang, Sumrambah, pada agenda penyerahan MoU dengan STKIP PGRI Jombang. Bertempat di Halaman belakang kampus. Senin, (24/02/2020).

“Saya mempunyai pandangan lain tentang dunia ini, untuk kedepan ini akan berkembang hospitality. Hospitality bukan berarti rumah sakit, namun pekerjaan yang berkaitan dengan rasa,”ujar Wakil Bupati Jombang, Sumrambah.

Didampingi oleh kepala OPD dari Dinas Pendidikan, Agus Purnomo dan Asisten I Drs. Anwar MKP, Wakil Bupati Jombang Sumrambah, menyerahkan MOU antara STKIP PGRI Jombang, dengan Pemkab Jombang. Serta kuliah pakar dan nyantrik budaya “ludruk” bersama maestro lawak Indonesia (abah Kirun).

Dihadapan siswa siswi SMA/sederajat, serta mahasiswa. Wakil Bupati Jombang Sumrambah mengatakan bahwa, anak-anak muda jangan pernah takut memasuki ranah kesenian, khususnya kesenian tradisional. Beliau meyakini bahwa, ke depannya kesenian pariwisata dan bermacam-macam yang berhubungan dengan hospitality, atau keramahtamahan akan menjadi sebuah tren di masyarakat.

Wakil Bupati Jombang, memberikan contoh di daerah Segunung, yang berada di Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam yang berhasil sukses dengan keseniannya. Beliau berhasil memotivasi dan membantu para pegiat seni di sana, untuk terus berkarya dan berinovasi dalam mempertahankan kesenian dan budaya di era modernisasi ini. Saat ini sudah ada 9 saung dan akan bertambah lagi kedepannya.

“Saat ini mereka sedang belajar nari dan mengembangkan karawitan, ini adalah bisnis kedepan,”tambahnya Wakil Bupati Jombang, Sumrambah. (rud/ff)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here