Gegara Isu Penculikan Bangsalsari , Akhirnya Bertemu Keluarga

0
66

Jember – Jajaran Polres Jember berhasil menghubungi pihak keluarga Nana Sunardi

yang dikira penculik oleh warga Desa Tugusari, Kecamatan Bangsalsari Jember.

Gegara isu penculikan anak yang marak di medsos khususnya di Jember akhir-akhir ini, membuat was was setiap orang tua .

tak terkecuali dengan warga Tugusari, yang tiba-tiba kedatangan orang yang tak dikenal dan asing keluar masuk di sekitar Desa Tugusari dengan membawa karung dan didalamnya berisi baju ganti, sarung hal ini yang membuat warga mengira Nana penculik.

Kapolsek Bangsalsari AKP Putu Adi Kusuma S.H. mengungkapkan saat Conference press di Mapolres Jember, pada hari Kamis 20/2/2020.

” Pada hari Senin 17 Februari 2020 Nana Sunardi datang ke Desa Tugusari tepatnya Dusun Krajan seorang diri dengan membawa karung yang didalamnya berisi baju ganti dan alat mandi, warga yang melihat dipikirnya penculik mau menculik, kemudian warga yang lainnya datang, menurut Pak Kasunnya, sempat dibully secara verbal namun secara fisik tidak ada, pak Kampung menyampaikan kewarganya karena melihat ciri-cirinya ini seperti orang stress lalu dilepas,” kata Kapolsek

Lebih lanjut AKP Putu, besoknya tanggal 18 Februari hari Selasa 2020 yang bersangkutan sampai ke Desa Bangsalsari, sama di sana Nana di bully, kemudian salah satu warga ada yang menelpon Pak Kades tak lama Pak Kades datang ke TKP, Kenapa warga disana juga mencurigai ini sebagai penculik karena termakan provokasi sebelumnya, saat di Tugusari ada yang memposting di Fb, nama akun Fb-nya adalah fifin Alfina pada hari Senin tanggal 17 Februari 2020 yang diikuti 29 teman lainnya yang isinya “Waspada penculikan anak barusan hampir terjadi di Desa Tugusari, penculik yang berhasil dikepung namun melarikan diri, jadi untuk warga Jember khususnya warga Tugusari saat ini sedang ramai dengan pencuri tersebut mohon berhati-hati, penculik beraksi tadi sore, untung saja tidak ada korban modus yang digunakan yaitu penculik pura-pura gila membawa karung berisikan sabun odol dan lain-lain ternyata penculik membawa banyak teman dan membawa mobil berplat Madura mohon sebarkan informasi ini kepada semua warga berhati-hati” begitulah isi postingannya, dari situ warga Bangsalsari termakan provokasi isu hoax itu kemudian, Nana sempat dibully verbal, bully fisik namun sedikit, untung datang Pak Kades, kemudian mencegah warganya, lalu pak Kades kontak Polsek, kemudian Pak Kades menyerahkan kepada Polsek,” urai AKP Putu.

Setelah yang bersangkutan di Polsek, AKP Putu menghubungi Kapolres, sebelumnya Nana diperiksa oleh unit Reskrim Polsek Bangsalsari yang bersangkutan tidak membawa KTP ataupun identitas lainnya, AKP Putu menuturkan,

” Identitas yang bersangkutan kami dapat dengan bertanya berulang-ulang, akhirnya kami dapat identitasnya, nama Nana Sunardi ( 30 ) warga Desa Karangsawah, Rt 02, Rw 01, kecamatan Tonjong, kabupaten Brebes provinsi Jawa Tengah,” tutur AKP Putu.

Setelah itu lapor kepada kapolres yang kebetulan punya link di daerah tersebut dan akhirnya,

” informasi dari kami di share dapat bahwa yang bersangkutan memang warga Brebes dengan ciri-ciri seperti ini, kemudian kita kontak pihak sana untuk kita tunggu kedatangannya disini, dengan ciri fisik yang sangat kelihatan luka ditangan kirinya,” imbuhnya.

Pihak keluarga mengetahui dari polsek setempat tentang keberadaan Nana.
Ifan maulana (29) adik dari Nana menjelaskan bahwa,

” kakak saya mengalami gangguan jiwa, saat diobati dia kabur, setelah itu menghilang, kita cari kemana-mana tidak ada, baru ketemu setelah tuju tahun menghilang kemudian dapat kabar ada di Jember ini, dengan ini saya bersyukur karena dapat bertemu kembali dengan kakak saya,” ucapnya. (Mar/Rol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here