Bupati Tulungagung Buka Rakorda Sensus Penduduk 2020

0
67

Tulungagung, Sinar Pos- Rapat Koordinasi Daerah ( Rakorda ) Sensus Penduduk tahun 2020 Kabupaten Tulungagung di hadiri Bupati Tulungagung, Drs. Maryoto Birowo, MM di ruang Praja Mukti, Pemkab Tulungagung, Rabu (19/02/2020). Hadir dalam Rapat tersebut , Tim BPS Tulungagung sebagai nara sumber dan seluruh pimpinan OPD lingkup Pemkab Tulungagung, Asisten dan Camat se- Kabupaten Tulungagung.

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo dalam sambutanya menjelaskan Pemerintah telah menerbitkan Perpres 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Peraturan baru ini diharapkan dapat mengatasi perbedaan data yang selama ini terjadi, termasuk data penduduk. ” Selama ini kita mengenal data penduduk menurut BPS, data penduduk menurut Dinas Kependudukan dan catatan Sipil dan data penduduk menurut lembaga tertentu. Berbagai macam data penduduk tersebut tidak sama dengan data pengguna yang mempermasalahkan data yang digunakan, ” Ungkap Bupati Tulungagung.

Menurutnya perencanaan pembangunan antar Dinas dan lembaga menjadi tidak sama karena perbedaan sumber data. Oleh karena itu, sensus penduduk 2020 merupakan momentum untuk menuju data penduduk Indonesia. Sensus penduduk 2020 ini juga sedikit berbeda dengan sebelumnya. Sensus penduduk tahun 2020 ini menggunakan metode kombinasi , yaitu perpaduan metode konvensional dan metode berbasis registrasi kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri sebagai data dasar sensus penduduk 2020.

Bagi Pemerintah Kabupaten Tulungagung, data sensus penduduk akan dibuat sebagai acuan atau pedoman dalam proses perumusan kebijakan, perencanaan pembangunan dan evaluasi. Agar program perlindungan sosial tepat sasaran, maka dalam perencanaannya akan memanfaatkan data sensus penduduk yang telah di olah untuk memperoleh bantuan evisiensi dan meningkatkan efektifitas anggaran.

Sementara itu Muhammad Amin, Kepala BPS Tulungagung mengatakan pelaksanaan sensus penduduk 2020 digunakan dua metode sensus, yaitu metode online dan metode konvensional dimana petugas mendatangi rumah warga. Menurutnya sensus penduduk tahun ini berbeda dari sensus penduduk 10 tahun sebelumnya. Saat ini menggunakan online, karena zaman menjadi era digital.” Saat ini sebagian masih menggunakan metode konvensional. Sedangkan yang biasa menggunana online sementara hanya kalangan ASN dan Kaum melineal, ” Tandasnya.( Har )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here