EVALUASI PEMBANGUNAN RESPONSIF GENDER

0
150

Surabaya Sinar Pos – Dinas Perlindungan Perempuan, Anak dan Kependudukan provinsi Jawa Timur (jatim) menggelar pertemuan persiapan evaluasi responsif gender di Hotel Elmi Surabaya Selasa (18/2).

Kadis Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak dan kependudukan prov jatim mengatakan, pengarustamaan gender (PUG) adalah strategi untuk melaksanakan pembangunan respinsif gender yang bertujuan meningkatkan kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah suatu upaya agar gender (baik laki-laki, perempuan, kaum disabilitas, anak-anak fan lansia) mendapatkan peran dalam akses, dapat berpartisipasi, diberikan kesempatan untuk menjadi pemimpin/pengambil keputusan dan menerima manfaat dalam setiap aspek pembangunan.
Potret kesetaraan gender pada saat ini belumlah optimal. Hal ini terlihat masih ada perbedaan capaian indeks pembangunan manusia (IPM) laki 77,4 dan perempuan 67,86. Kesenjangan IPM petempuan dan laki-laki ini kemudian dihitung sebagai indeks kesenjangan gender yang biasa fisebut indeks pembangunan gender (IPG) Jatim yang pada tahun 2018 masih mencapai 90.77%. Hal ini dapat diartikan bahwa masih ada kesenjangan antara petempuan dan laki-laki dalam akses pembangunan, demikian juga IPG jatim saat ini masih mencapai 69,37%.

Indikator IDG menunjukkan bahwa masih belum semua perempuan mendapat kesempatan dalam politik, dalam pengambil keputusan di pemerintahan/swasta.Dan akses/kesempatan dalam pembangunan ekonomi.

Melalui data IPG dan IDG tersebut, menunjukkan bahwa gender perempuan masih belum memperoleh kesetaraan yang optimal dalam pembangunan di jatim sehingga banyak aktivitas/intervensi di dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak maupun perangkat daerah lainnya masih banyakenyasar kepada perempuan.
Oleh sebab itu banyak orang sering berpersepsi bahwa pembangunan gender adalah untuk perempuan.

Sebenarnya Gender adalah pembagian peran yang setara antar laki dan perempuan dan kaum disabilitas, anak-anak dan lansia dalam mengisi dan mendapatkan manfaat pembangunan. Yang saat ini menunjukkan perempuan yang belum setara. Jika kemudian laki- laki tidak setara maka lai-laki akan disetarakan tuturnya. (Nwi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here