Gubernur Tekankan Pentingnya Sinergitas Dalam Orkestrasi Organisasi

0
48

Surabaya Sinar Pos – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya sinergitas dalam sebuah orkestrasi diantara organisasi OPD di lingkup Pemprov Jatim. Menurutnya, orkestrasi ini penting untuk bisa mereduksi adanya ego OPD. Terlebih, dalam organisasi ada OPD yang mengurusi perijinan, ada yang mengurusi bencana alam, sosial, pendapatan, pendidikan, infrastruktur dan lain sebagainya.

“Apel ini merupakan salah satu media kita bisa saling berinteraksi dengan seluruh staf dan kepala OPD, dimana harapannya lewat konsolidasi ini akan tercipta sinergitas yang makin baik dalam membangun orkestrasi Pemprov Jatim,” ujar Gubernur saat memimpin Apel Pagi yang diikuti oleh seluruh staf dan Kepala OPD di lingkup Pemprov Jatim, di halaman Kantor Gubernur Jatim, Jl. Pahlawan No. 110, Surabaya, Senin (17/2).

Khofifah menjelaskan, pertemuan secara kualitatif melalui apel meski satu bulan sekali setiap tanggal 17 ini akan bisa meningkatkan keberseiringan dan keberseringan dalam berinteraksi. Utamanya, dalam merespon adanya Perpres No. 80/2019 sebagai bentuk sebuah reward bagi masyarakat Jatim di bawah koordinasi Pemprov Jatim. Dimana, dalam lampiran Perpres tersebut terdapat 218 proyek strategis nasional, yang membutuhkan anggaran sekitar Rp. 294 Triliun.

“Saya harapkan segala hal terkait Perpres No. 80/2019 bisa sampai ke semua lini di lingkup Pemprov Jatim, dimana ada 218 mandat proyek yang sangat strategis. Untuk itu, dibutuhkan kerja keras dan bergandengan tangan di semua lini,” ungkapnya.

Khofifah menambahkan, salah satu proyek strategis nasional tersebut yaitu pembangunan kawasan wisata Bromo Tengger Semeru (BTS). Dimana, koordinasinya tidak cukup hanya dengan Kementrian Pariwisata maupun Dinas Pariwisata daerah, tapi juga harus dengan kepala suku, adat, budaya juga kepala daerah penyangga BTS. Selain itu, juga dibutuhkan koordinasi dengan perhubungan baik di lingkup dinas hingga ke kementerian.

Selain itu, Khofifah meminta, kepada seluruh pimpinan OPD khususnya yang mengurusi bidang perizinan untuk mengecek seluruh proses perijinan yang ada. Utamanya, untuk menindaklanjuti salah satu dari 5 program prioritas Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin yaitu penyederhanaan regulasi.

Untuk itu, jika terdapat proses perizinan yang macet atau lama maka supaya dicek bagian mana yang memperlama. Dan jika diperlukan, bisa menyiapkan tim untuk bisa memberikan konsultasi titik-titik mana yang harus dilengkapi persyaratan dan kualifikasinya.

“Saya minta kepada seluruh pimpinan OPD untuk mengecek bagian perizinan yang mampet, tolong dililhat apa penyebabnya. Sehingga, ketika ada mampetnya dalam proses investasi dan perijinan maka sudah terdapat solusi yang sudah disiapkan,” tegas Khofifah.

“Saya rasa ini menjadi bagian dari kebutuhan pemerintahan di tingkat manapun. Bagaimana, mereka bisa berseiring dengan private sector, dan secara vertikal dengan kabupaten/kota, dan keatas dengan berbagai kementrian termasuk Direktorat Jenderal,” pungkas Khofifah.

Gubernur Khofifah Raih Penghargaan Tokoh Perempuan Jawa Timur 2019 dari Times Indonesia

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan dari Times Indonesia sebagai “Tokoh Perempuan Jawa Timur 2019”. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh CEO Times Indonesia Khoirul Anwar kepada Gubernur Khofifah usai pelaksanaan Apel pagi.

Usai menerima penghargaan, Khofifah menyampaikan terima kasih kepada Times Indonesia atas penghargaan yang diterimanya.

“Bunda Khofifah merupakan tokoh yang sangat tepat menerima penghargaan ini. Terlebih kami lahir dari Jatim, sehingga kami sangat yakin di bawah kepemimpinan Bunda potensi Jatim akan semakin luar biasa,” tukas Khoirul Anwar. (Nwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here