Di Datangi Puluhan Wartawan Kajari Jombang Sampaikan Akan Mempermudah Akses Informasi

0
65

Jombang, Sinar Pos – Keluhan wartawan dari berbagai media atas sulitnya akses informasi di Kejaksaan Negeri Jombang menimbulkan pertanyaan ada apa dengan Kejaksaan Negeri Jombang hingga akses informasi harus di buat sedemikian ketat bagi Wartawan. Seolah – olah Kejari Jombang membuat “Jarak” dengan Wartawan. (12/2/2020)

“Kami merasakan sulitnya akses informasi di Kejari Jombang yang justru menimbulkan pertanyaan ada apa dengan Kejari Jombang ?, kok kesannya begitu menjaga jarak dengan wartawan, berbeda dengan Polres Jombang yang dekat dengan semua insan pers di Kabupaten Jombang,” tanya Hariyanto

” Mungkin karena ada banyak barang bukti….,” pertanyaan Hariyanto di jawab dengan nada guyon oleh Kajari Jombang Sigit Kristanto, yang memicu gelak tawa Wartawan yang hadir di ruangan Kajari.

“Sebelumnya saya beberapa kali ke Kejari untuk mengkonfirmasi beberapa hal, namun selalu terhambat di pos Satpam dengan berbagai alasan,” ujar Totok

Tindakan pengamanan yang di anggap “over” dari Satpam yang berjaga seperti jika masuk tidak boleh membawa ponsel juga menyulitkan wartawan dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya.

” Bagaimana kita mau melakukan wawancara jika ponsel sebagai alat dokumentasi / perekam kita di geledah Satpam untuk di tinggalkan di pos ( tidak boleh di bawa masuk ),” ungkap Heru.

Menanggapi hal ini Kajari Jombang Sigit Kristanto menyampaikan akan mempertimbangkan kebijakan tersebut.

” Perlu di ketahui saya ini baru menjabat sebagai Kajari di Jombang. Jadi dengan kejadian ini agak kaget. Masukan dari teman – teman media saya jadikan bahan pertimbangan. Adanya pemasangan portal di gerbang depan Kejari menurut informasi waktu itu dalam rangka antisipasi serangan terorisme. Sedangkan untuk akses informasi saya harapkan satu pintu melalui Kasi Intel sehingga tertib tidak terjadi kesimpangsiuran, untuk hal – hal yang lain akan kami rapatkan,” kata Sigit Kristanto

Warjito salah satu wartawan memberi masukan kepada Kajari untuk mendukung akses informasi satu pintu tersebut. Agar Kejari Jombang membuat grup WA Wartawan Pokja Kejari dan ada pers rilis mengundang wartawan minimal satu bulan sekali untuk memberi kesempatan bagi wartawan wawancara dan kesempatan bagi Kejari menyampaikan berbagai informasi kepada wartawan, seperti berapa jumlah pelimpahan kasus dari Polres Jombang ke Kejari Jombang dalam satu bulan. Dengan begitu wartawan tidak satu – satu datang untuk wawancara topik yang sama,” imbuhnya

Selama ini pers rilis yang dilakukan oleh Kajari Jombang di dominasi seputar pemusnahan barang bukti itupun karena bersama dengan Polres Jombang, bahkan acara Sertijab Pejabat Kejari Jombang saja banyak wartawan yang tidak tahu,” imbuh Hariyanto.

Aksi Solidaritas Wartawan Jombang Tolak Arogansi terjadi akibat tindakan arogan oknum Satpam Kejari Jombang kepada Wartawati Muji Lestari (faktualnews.co). (rud/ff)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here