LMKI Gelar Pendidikan Profesi Advokat Angkatan Ke-3

0
187

Surabaya Sinar Pos – lembaga mediasi konflik Indonesia (LMKI) / yuristen legal Indonesia (YLI) menyelenggarakan pendidikan profesi advokat angkatan ke-3 di Hotel Sahid surabaya Sabtu- minggu (8-9/2/20).

Ketua umum DPP LMKI Rahman Hakim SH S.Sos MM mengatakan profesi advokat angkatan 3 yang dilakukan LMKI dan di dalamnya YLI adalah kegiatan pendidikan profesi advokat yang sangat khusus, oleh dosen-dosen yang Capabel. Salah satunya adalah profesor Dr Basuki Rekso Wibowo SH salah satu tim pengawas Mahkamah Agung (MA) DR Gufron, dan tokoh-tokoh advokat lainnya.

Untuk materi pendidikan yang diberikan berbeda dengan Advokat lainnya, adalah husnuzan atau lex spesialis, misalnya mengenai bagaimana tugas bisa terbaik dan mampu menjawab tantangan peradaban persoalan hukum yang carut-marut.

Kami selaku ketua umum LMKI prihatin akan kepastian hukum, kemanfaatan dan keadilan di Indonesia ujarnya.

Dikatakan Rahman, pembekalan pendidikan Advokat yang diberikan LMKI terbilang lain daripada yang lain, intinya memberikan kemanfaatan, kemaslahatan dan advokat yang punya integritas tinggi dan berakhlakul karimah. Untuk pendidikan pendidikan profesi advokat angkatan ke-3 ini, diikuti sebanyak 30 peserta dari Surabaya, madura dan Bali. Yang menarik adalah pesertanya banyak dari para purnawirawan dari kepolisian, kejaksaan, dan pensiunan serta praktisi.

LMKI yang berdiri sejak tahun 2016 dan telah melakukan penyumpahan Advokat ini, hingga saat ini telah memiliki alumni 175 an, namun yang masuk dari organisasi advokat lainnya dan bergabung dan LMKI yg hampir 300-an.

Kini LMKI telah bekerjasama dengan Universitas Kartini, universitas Dr Soetomo, dan beberapa sekolah tinggi di Madura dan menjalin kerjasama dengan kampus kampus lainnya.

Sementara itu, wakil ketua LMKI, imam Syafi’i mengatakan, pihaknya mengutamakan kualitas dan meningkatkan kuantitas. Pelaksanaan pendidikan profesi advokat ini selalu di pantau secara ketata oleh ketum, sekjen dan senior-senior advokat.

Aku kan harus bisa mandiri dan berani fight bukan secara fisik namun berani memperjuangkan hukum katanya.

Dikatakan Imam Syafi’i, pihaknya telah melakukan sosialisasi hukum ke desa-desa dan bekerjasama dengan perguruan tinggi dan universitas.

Rahman menambahkan, pihaknya telah melakukan MoU dengan Bupati Bangkalan untuk melakukan Safari penyuluhan hukum dengan Lurah dan Camat se Bangkalan ucapnya.

Kami sudah bikin proposal kegiatan dan direspon dengan baik tambahnya.

Pihaknya juga melakukan pelatihan untuk para mahasiswa S1 Fakultas Hukum untuk melakukan pendampingan hukum terutama anak-anak yang berhadapan dengan masalah hukum kata Rohman.

Kami juga membuat kartu perlindungan hukum bagi masyarakat dan mereka mendapatkan free konsultasi bantuan hukum. LMKI berkiprah memberikan sumbangsih untuk menangani konflik komunal, menyangkut ras, suku, agama, dan golongan. Juga bisa masuk ranah publik atau bisnis, menangani masalah keluarga, anak dan orang tua, persoalan perusahaan dan konflik warga tuturnya. (Nwi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here