LIMA MAHASISWA LAMONGAN MASIH DI CHINA, SATU ORANG HILANG KONTAK

0
161

LAMONGAN|SINARPOS.CO.ID-dalam berupaya bupati LAMONGAN Untuk mengetahui kondisi para mahasiswa dan mahasiswi Lamongan, yang berada di Wuhan China pasca menyebarnya virus corona.RABU(29-01-2020).

Bupati Lamongan dan jajaran Forkopinda siang tadi menggelar telekonfren dengan para mahasiswa yang berada di Wuhan. Dari hasil telekonfren ini, diketahui satu mahasiswa Lamongan hingga saat ini belum diketahui nasibnya.

Fadeli Bupati Lamongan beserta jajaran forkopinda, siang tadi melakukan telekonfren, dengan 3 mahasiswi Lamongan yang berada di Wuhan China. Dalam telekonfren yang digelar di Ghouset House ini, juga dihadiri langsung oleh para orangtua mahasiswa dan mahasiswi Lamongan yang berada di Wuhan tersebut.

Bahkan Bupati juga sempat melakukan telekonfen langsung dengan 3 mahasiswa yang berada di Wuhan. Selain itu Bupati juga sempat menanyakan keadaan 3 mahasiswa yang berada di Wuhan tersebut.

Ketiga mahasiswa yang saat melakukan telekonfren langsung dengan Bupati yang dihadiri oleh jajaran forkopinda dan disaksikan langsung oleh orangtua ketiga mahasiswa ini.

Telekonfren dengan 3 mahasiswa bahkan terlihat dari wajah-wajah para mahasiswa dan mahasiswi asal Lamongan ini. Terlihat begitu senang bisa berbicara langsung dengan orangtua maupun Bupati. Meksipun melalui telekonfren, hal itu sedikit banyak bisa mengobati rasa kangen para 3 mahasiswa ini.

Menurut Fadeli Bupati Lamongan, saat ini ada 3 mahasiswa Unesa asal Lamongan, yang tugas belajar di Wuhan China. Ketiga mahasiswa ini mengikuti tugas belajar untuk menuntut jenang ilmu S1 dan S2. Sementara itu ada 1 mahasiswa Lamongan, yang saat ini telah hilang kontak dan tidak diketahui keberadaannya di mana.

Tiga mahasiswa dan mahasiswi Lamongan yang merupakan mahasiswa dari Unesa dan saat ini belajar tugas di Wuhan adalah, pramesti Adhitiya Cahyani warga Desa Brondong Kecamatan Bropndong, Humaidi Said warga Desa Payaman Kecamatan Solokuro dan Winda Ayu warga Kelurahan Sukorejo Kecamatan Lamongan.

Sedangkan 2 mahasiswa yang berangkat sendiri untuk menuntut belajar di China, adalah Nurul Hikmawati warga Desa Taker Harjo Kecamatan Solokuro. Sedangkan 1 mahasiswa asal Lamongan yang hingga saat ini hilang kontak dan belum diketahui dimana keberadaan nya yaitu Iffa Maratus Shohibul Birri warga Desa Jetak Kecamatan Paciran.(FZN/ZAM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here