Peran Kyai Abu Mansur Dalam Perkembangan Islam di Tulungagung

0
111

Tulungagung, Sinar Pos – Kyai Abu Mansur adalah salah satu pendiri Desa Tawangsari, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. Pada mudanya pernah nyantri di tempat Kyai Hasan Besari, Tegalsari, Ponorogo. Di tempat itulah Abu Mansur muda bertemu Kyai Bagus Harun Basyariah dari Sewulan, Madiun.

Selanjutnya Abu Mansur diambil menantu oleh Kyai Bagus Harun Basyariah dan menikahkannya dengan salah satu putrinya yang bernama RA. Fatimah atau lebih dikenal Nyai lidah hitam. Konon julukan lidah hitam berasal dari para kompeni Penjajah, karena ucapanya yang bertuah atau mujarab. Sehingga sepak terjangnya sangat menyulitkan penjajah.

Hj. Siti Fatimah, Keturunan Kyai Abu Mansur menjelaskan Nyai ludah hitam, putri Kyai Bagus Harun Basyariah dan Kyai Abu Mansur ternyata masih satu garis keturunan Panembahan Senopati, Raja Mataram Islam. Hubungan antara tanah perdikan Tawangsari dengan Kesultan Mataram Islam Yogyakarta Hadiningrat tidak berhenti sampai pada pemberian status perdikan saja. Desa Tawangsari juga memiliki hak istimewa untuk turut menjaga , memelihara dan mengembangkan tradisi yang berlaku di Kesultanan.

Fatimah mengatakan sebagai tanah perdikan Tawangsari memiliki hak-hak yang berbeda dengan daerah perdikan lainya. Hal itu sangat berdampak pada keunikan tradisi – tradisi yang berkembang di masyarakat.Penghapusan status perdekan atas Tawangsari pada tahun 1979.

Peran Kyai Abu Mansur ikut andil dalam pembangunan dengan penyumbatan sumber air yang terus mengalir dan sulit di bendung. Atas jasa Kyai Abu Mansur sumber air yang besar tersebut dapat di hentikan hingga akhirnya menjadi alun -alun seperti sekarang ini. ” Rasa nasionalisme yang ditanamkan oleh Kyai Abu Mansur kepada rakyat di landasi dengan syari’at Islam, ” Ungkapnya.

Sementara itu Muhammad Khakul Yakin, ST, Kepala desa Tawangsari merasa bangga atas perjuangan Kyai Abu Mansur di desa Tawangsari dan sekitarnya. Untuk mengenang perjuanganya Pemerintah desa berharap bisa melestarikan tradisi peringatan perdikan Tawangsari dan bernuansa dahwah. ” Seperti biasanya para prajurit dari Kraton Yogyakarta kesini , ikut meriahkan peringatan hari jadi perdikan Desa Tawangsari, ” Jelasnya. ( Har )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here