Mengenal Kearifan Lokal Kampung Adat Dusun Segunung Wonosalam

0
637

Jombang, Sinar Pos – Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dan adat istiadat. Tidak terlepas dari semua itu, salah satunya yaitu berada di Dusun Segunung, Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Dusun Segunung, merupakan salah satu destinasi wisata kampung adat yang cukup populer serta kearifan lokalnya yang begitu kental akan budayanya.

Jika ingin mengenal lebih dekat dengan kebudayaan, hingga tradisi adat yang ada di Dusun Segunung. Ada banyak sekali destinasi adat atau wisata yang bisa dikunjungi, serta untuk mempelajari mengenai kekayaan ragam budaya yang dimiliki Kabupaten Jombang.

Berikut beberapa rekomendasi kampung adat di Dusun Segunung, Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang yang bisa jadi tujuan traveling-mu, diantaranya : Wisata mata air (Banyumili), perkebunan Kopi, kemudian peternakan Sapi dan Kambing.

Selain itu, kebudayaan adat istiadat yang kental, serta keindahan alam yang masih sangat asri menjadi alasan lain mengapa banyak traveler yang tertarik mengeksplorasi kampung adat di Dusun Segunung, Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang satu ini.

Ketua kampung adat Dusun Segunung, Giri Winarko, saat ditemui awak media Sinar Pos mengatakan bahwa awal berdirinya kampung adat ini merupakan kegiatan kelompok tani yang bergotong royong membangun pelestarian mata air. Sehingga mendapatkan support dari Wakil Bupati Jombang Sumrambah.

“Kampung adat ini merupakan bukan seperti kampung adat lainnya, seperti kampung adat baduy. Tetapi, kampung adat ini adalah Sumber Daya Manusia (SDM) Dusun Segunung mayoritas sebagai petani dan peternak. Dengan adat kita yang sudah mulai luntur, Kemudian potensi SDM ini dikemas menjadi sebuah kampung adat yang nantinya bisa berkembang lebih baik,”tuturnya.

Kampung adat ini merupakan bukan kembali ke masa lampau, tapi untuk membangun masa depan dengan potensi yang ada, yaitu dengan membangkitkan kearifan lokal serta untuk kesejahteraan masyarakat Dusun Segunung.

“Harapan kami, bagi kalangan pemuda agar setelah lulus sekolah tidak cari kerja ke kota lain, ketika di desanya ada potensi seperti ini. Agar mereka bisa membangun desanya itu sendiri, dengan potensi yang ada. Seperti : perkebunan, kita bisa masuk ke wisata edukasi. Bagaimana sih merawat kopi, memanen kopi, selain itu dari peternak bagaimana cara memerah susu kambing,”pungkas Giri Winarko.

Sementara itu, Wakil Bupati Jombang Sumrambah dalam sambutannya mengatakan,”Kalau kita berbasis modal, kita tidak punya apa-apa kecuali sedikit kebun. Semangat kebersamaan dan kebersatuan, tekad serta istiqomah, selain itu kita tidak punya lebih. Yang namanya uang 10 juta saja hanya beberapa orang di Segunung ini yang punya duit cash. Dengan sebuah keyakinan, insyaallah sesuatu akan dapat terwujud. Inilah yang akan jadi bentuk replika replika yang akan bisa di duplikasi, tentang bagaimana membangun kebersamaan itu, bagaimana menata masyarakat yang sebenarnya dengan keterbatasan, kemudian tumbuh kembang menjadi kekuatan baru. Bahasanya kalau didalam Samin Surosendiko, jadi ada Suku Samin yang dipimpin Samin Surosendiko disebut Sedulur sikeb, atau saudara yang sudah dianggap sebagai kerabat kita sendiri,”tuturnya.

“Maka harapan besar saya nanti, untuk kepala desa yang hadir disini, bagaimana ini bisa di duplikasikan di tempat yang lain. Meskipun itu tidak serupa, tapi itu bisa di bangun di tempat yang lainnya. Yang menarik adalah semangat kebersamaannya, dan istiqomahnya,”pungkas Wakil Bupati Jombang, Sumrambah.

Selanjutnya Anggota DPRD Jombang, Fraksi Demokrat H. Syarief Hidayatullah, mengatakan,”Saya perlu kritisi, mumpung ada Wakil Bupati. Akses jalan menuju kampung adat Segunung ini harus mendapat perhatian khusus dari Pemkab Jombang, supaya wisatawan yang mau berkunjung ke kampung adat ini nyaman. Termasuk apa yang harus ditonjolkan oleh masyarakat kampung adat Segunung ini, mungkin tarian, makanan khas dan harus ada Gapura masuk yang merepresentasikan kampung adat, Dusun Segunung, Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang ini,”ujarnya.

Salah satu ciri khas dari masyarakat di kampung adat ini adalah, pakaiannya yang serba berwarna hitam, serta memakai ikat kepala hitam batik. (rud/ff)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here