Kakek Tukang Becak Curi Sepeda Angin Untuk Biayai Hidup 6 Orang Cucunya

0
73

SURABAYA, SINARPOS.CO.ID – Mengawali tahun 2020, polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mengungkap 10 kasus. Sebanyak 13 orang ditangkap dalam kurun waktu mulai awal Januari hingga pertengahan Januari 2020.

Salah satunya seorang kakek enam cucu yang tertangkap mencuri sepeda angin di Kawasan Krembangan. Kakek yang bekerja sebagai tukang becak ini, mencuri sepeda karena terdesak masalah ekonomi.

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur,menggelar hasil operasi kejahatan jalanan di awal tahun 2020. Hasilnya, sebanyak 10 kasus berhasil diungkap, hingga mengamankan 13 tersangka, yang terlibat berbagai macam kejahatan jalanan.

Dari 10 kasus kejahatan yang diungkap itu, kasus pencurian kendaraan bermotor masih mendominasi. Bahkan, Kawasan Asemrowo dan Krembangan jadi wilayah paling rawan curanmor.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyaningrum S.Si., M.H., mengatakan, di lokasi tersebut, para pelaku biasanya beraksi tengah malam hingga saat pagi hari.

“Sebab pada tenggang waktu itu, banyak rumah kosong ditinggal bepergian oleh penghuninya. Pemiliknya seperti ibu-ibu sedang ke pasar, kantor. Sementara di rumahnya tidak ada orang sama sekali.” kata AKBP Ganis Setyaningrum.

Dari 13 tersangka yang ditangkap, 4 di antaranya tercatat sebagai residivis kasus curanmor. Selain curanmor, kasus lainnya yang dinilai masih tinggi yaitu pencurian dengan pemberatan, atau curat dan pencurian dengan kekerasan, curas.

“Dari kasus itu, enyidik menyita 6 unit motor, 5 unit sepeda angin, uang tunai Rp 7 juta, 2 unit handphone dan 1 buah kunci t yang merupakan hasil dan sarana para pelaku,” imbuh AKBP Ganis Setyaningrum.

Salah satu dari tersangka, yaitu US(70) tahun mengaku, ia tertangkap karena mencuri sepeda angin di Kawasan Krembangan Surabaya.
Rencananya, sepeda tersebut bakal dijualnya seharga Rp 30 ribu, untuk tambahan biaya hidup, seperti membeli makan untuk cucunya yang berjumlah 6 orang.

Akibat perbuatnya, kakek yang biasa bekerja sebagai tukang becak itu bakal dijerat Pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman pidana 5 tahun penjara. (Rosi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here