Kepala Kejaksaan Negeri Mojokerto Yang Baru Arek Madura

0
530

Foto : Diambil saat sesi foto bersama, dalam acara Pisah Sambut Kepala Kejaksaan Negeri Mojokerto. Dari kiri ke kanan Agus Haryono, SH Kasi Pidsus Kejari Mojokerto, Muhammad Hari Wahyudi, SH Kepala Kejaksaan Negeri Mojokerto yang baru, Bu Hari Wahyudi dan Bu Agus. (16/1/2020).

Mojokerto(Sinar Pos)- Menjelang akhir tahun 2019 atau awal tahun 2020 terjadi mutasi dilingkungan pejabat Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Kali ini mutasi pada jabatan Kepala Kejaksaan Negeri Mojokerto.

Kepala Kejaksaan Negeri Mojokerto yang lama Rudy Hartono, SH.,MH. Digantikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Mojokerto yang baru Muhammad Hari Wahyudi, SH yang arek Madura.

Rudy Hartono seanjutnya mendapat jabatan baru sebagai Asisten Bidang Intelijen (Asintel) Kejaksaan Tinggi Papua Barat. Sedangkan Muhammad Hari Wahyudi pindahan dari Kepala Kejaksaan Negeri Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat.

Acara Pisah Sambut Kepala Kejaksaan Negeri Mojokerto terkait mutasi jabatan Kepala Kejaksaan Negeri Mojokerto di atas, diselenggarakan pada Kamis, 16 Januari 2020, jam 19.00 Wib mengambil tempat pendopo Graha Majatama milik Pemerintah Kabupaten Mojokerto jalan Ahmad Yani No.16 Mojokerto.

Para undangan dipersilahkan santap malam dahulu sebelum acara Pisah Sambut di atas dimulai. Acara dimulai sekitar pukul 19.30 Wib dengan pembukaan, pembacaan do’a, sambutan-sambutan, penyerahan tali asih, ramah-tamah, hiburan music elektone dan terakhir sesi foto bersama.

Dalam sambutan pesan dan kesan, Rudy Hartono mengaku sangat senang dan Kabupaten Mojokerto luar biasa. Hubungan antar pejabat di Forkopimda sangat baik dan harmonis. Sehingga tak terasa sudah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Mojokerto selama 15 bulan dan 16 hari rasanya baru seminggu saja. “Saya akan bertugas ditempat yang jauh, sebagai Asintel Kejaksaan Tinggi Papua Barat”, kata Rudy.

Rudy Hartono mengatakan : “ Saya senang dan Mojokerto luar biasa”. “Saya mohon maaf kepada semuanya saja, kalau selama ini ada yang tidak menyenangkan hati. Itu sebenarnya bukan bermaksud demikian, tapi semata-mata karena melaksanakan tugas sebagaimana diatur oleh peraturan perundang-undangan”, ujar Rudy.

Tidak banyak yang disampaikan oleh Kajari Mojokerto yang baru dalam sambutannya. “ Saya minta diperlakukan yang sama di Mojokerto ini, sama dengan apa yang sudah dilakukan kepada pendahulu saya “, kata Muhammad Hari Wahyudi.

Ketika ditanya oleh wartawan Sinar Pos. Bapak asalnya dari mana ? Hari Wahyudi menjawab : “ Saya lahir di Sumenep Pulau Madura. Ayah saya sebagai PNS dinas di Sumenep. Tetapi ketika umur 4 tahun saya meninggalkan Madura dan besar di Jakarta”.

Bupati Mojokerto Pungkasiadi, SH dalam sambutannya menyampakan beberapa hal, yang diataranya sebagai berikut. Bahwa dalam acara pisah sambut ini, beliau biasa menganggap sebuah adanya teman baru saja. Walaupun pak Rudy akan dinas di Papua Barat itu hakekatnya tidak jauh, toh masih di wilayah NKRI.

Inilah Mojokerto buat pak Wahyudi. Dibagian selatan ada Gunung yang hijau, sedangkan dibagian Utara ada gunung yang gersang. Sebuah wilayah dengan 18 kecamatan, 304 Desa dan kelurahan, mememiliki penduduk dengan jumlah penduduk sekitar 1.200.000 jiwa. Di

Mojokerto terdapat banyak situs kerajaan besar Majapahit. Kehadiran pak Wahyudi mudah-mudahan membawa kemajuan yang lebih baik bagi Kabupaten Mojokerto kedepan nantinya.

Bupati Mojokerto Pungkasiadi, SH meninggalkan tempat acara lebih dahulu sebelum Pisah Sambut berakhir, karena sudah ditunggu oleh masyarakat untuk hadir dalam giat masyarakat desa di Desa Gedeg Lor Kabupaten Mojokerto.

Hadir dalam acara Pisah Sabut kali ini. Ir.Herry Suwito Sekdakab Mojokerto, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Ayni Zuhroh, para anggota Forkopimda Kapolres, Dandim, Kepala PN Mojokerto, para Kepala OPD diantaranya Bambang Purwanto, SH,MH Kepala Dinas PU PR, Drs.Bambang Eko Wahyudi, MSi Kepala Bapenda, Drs.Ardi Sepdianto, MSi Kepala Dinas Infokom dll. (ifa).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here