PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM SURYA SEMBADA KOTA SURABAYA

0
41

SURABAYA, SINAR POS – 11 September 2019. Pergeseran Pipa Selesai, Saat Ini Proses Normalisasi dan Terus Kirim Air Tangki Gratis.

Beberapa rumah pelanggan airnya sudah mulai mengalir kembali, salah satunya Ragista Yossi warga Simo Sidomulyo gang 7. Yossi mengatakan bahwa kran air dirumahnya sudah mulai keluar, walaupun tidak sederas biasanya. “Alhamdulillah, keran depan sudah mengalir, tinggal keran yang didalam, mungkin sebentar lagi, ujarnya.

Pergeseran pipa diameter 800 mm di proyek alun-alun Surabaya jalan Yos Sudarso selesai Selasa (10/9) Sore. Setelah pekerjaan selesai, PDAM Surya Sembada mengoperasikan kembali instalasi pengolahan air minum (IPAM) Ngagel 2.

Setelah mengoperasikan IPAM Ngagel 2 yang sempat dipadamkan, proses selanjutnya adalah membuka valve (katup) pipa distribusi untuk kembali menormalkan distribusi air ke Pelanggan. Proses normalisasi ini memang membutuhkan waktu dan bertahap. Beberapa wilayah yang distribusi airnya akan segera normal adalah Jagir Wonokromo, Kendal Sari,
Pandugo, Ngagel, Nginden, Ketintang, A Yani, Darmo, Progo, Ciliwung, Kapuas, Dinoyo, Tumapel, Doho, Pandegiling, Dr. Sutomo, Trunojoyo, Urip Sumoharjo, Panglima Sudirman,
Embong Kenongo, Embong Ploso, Ambengan, Jaksa Agung Suprapto, Undaan Simokerto, Simolawang, Sidorame, Sidotopo Lor, Pegirian, DBAL (TNI AL), Danakarya, Pati Unus, PT
PAL Wonosari, Wonokusuno, Wono Arum, Darmo, Panglima Sudirman, Nias, Yos Sudarso, Walikota Mustajab, Undaan, Pasar Atom, Pegirian, Wonosari, Wonokusumo dan wilayah
sekitarnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, PDAM Surya Sembada terus mengirimkan air tangki ke beberapa pelanggan yang terdampak. Total air tangki yang dikirimkan sejak dimulainya pekerjaan pergeseran ini sampai kemarin, Senin (9/9), adalah sekitar 500 tangki dengan total armada 25 tangki.

Pergeseran pipa ini memang sempat tertunda penyelesaiannya karena mengalami beberapa kendala diantaranya adanya penyesuaian-penyesuaian pengerjaan lapangan dari detail perencanaan karena keterbatasan data pendukung. Selain itu, pipa diseluruh kota Surabaya ini menyatu ada banyak jaringan yang meskipun sudah antisipasi tutup katupnya, ternyata masih ada air mengalir bahkan bertekanan ke pipa tersebut, sehingga menganggu pengelasan. (Nwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here