RAKERNAS IWAPI XXIX LANGKAH STRATEGIS PEREMPUAN MENDORONG PEREKONOMIAN INDONESIA

0
59

SURABAYA, SINAR POS – 09.09.19
Memasuki era digital, berpartisipasi penuh dalam mendukung program pemerintah sukseskan revolusi industri 4.0, Saat ini, perempuan mengendalikan sebagian besar usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Sekitar setengah dari jumlah usaha kecil dan sepertiga dari usaha menengah di Indonesia dimiliki oleh perempuan.

Total UMKM pada tahun lalu hampir 60 juta, Dari jumlah ini, lebih dari 14 juta usaha dikelola perempuan. Hal ini dikatakan
oleh Ketua Umum DPP IWAP Ir. Hj. Dyah Anita Prihapsari, MBA yang akrab disapa Nita Yudi menjelang persiapan Rakernas IWAPI ke XXIX Para Wanita.

Pengusaha yang tergabung dalam lkatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) kembali menggelar acara tahunannya dalam Rapat kerja Nasional (Rakernas) IWAPI yang ke XXIX Perhelatan ini dilaksanakan pada tanggal 9-11 September 2019 bertempat di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya.

“Rakernas ini merupakan forum komunikası antara DPP dengan DPD dan DPC, Forum utk mengevaluasi kinerja para pengurus serta program kerja selama setahun sebelumnya dan merencanakan program kerja 1 tahun kedepan.”Meningkatkan kualitas
organisasi” Ujar Ibu Dewi Arimbi Soeharto Alamsyah selaku Ketua Panitia Rakernas XXIX IWAPI.

Rakernas IWAPI ke-XXIX yang mengusung tema bertajuk “IWAPI 44 tahun memberdayakan perempuan UMKM 4.0 untuk berdaya saing mewujudkan pembangunan berkeadilan dan berkelanjutan. ” Turut dihadiri oleh bapak Presiden RI yang akan diwakili oleh Menteri Koperasi dan UKM serta menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak, serta lebih dari 1500 anggota IWAPI dari 33 provinsi dan beberapa undangan lainnya.

Melalui tema tersebut, Nita menjelaskan bahwa di era globalisasi pemberdayaan ekonomi perempuan sangat berperan dalam menentukan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan menghadapi segala tantangan global dan khususnya perjuangan untuk mewujudkan kesetaraan gender di Indonesia.

Kesetaraan gender mendukung strategi untuk menghapus kesenjangan sasial, hukum, budaya, politik, dan ekonomi, hal ini
juga tercantum dalam Nawacita, rancangan Sembilan agenda prioritas pemerintah. Program pelatihan digital IWAPI yang telah berjalan, tambah Nita, telah menuai antusiasme yang luar biasa dari anggota di seluruh Indonesia. Anggota secara individual telah merasakan manfaat dari pelatihan dasar dalam Teknologi informasi yang sebagian besar dapat langsung diterapkan dalam bisnis mereka.

Memanfaatkan teknologi dan menambah aksara digital untuk keseharian dalam menjalankan usaha, dapat mejadi bekal yang berharga untuk pengembangan usaha wanita. Ini adalah salah satu agenda penting yang akan kita rumuskan pada
rakernas kali ini” Ungkap Nita Yudi.

Melalui Rakernas ini, IWAPI berharap agar pemerintah terus melakukan vokasi lebih banyak lagi termasuk penurunan tingkat bunga KUR, izin-izin usaha, sertifikasi dan lain-lain dipermudah serta pajak UMKM diturunkan menjadi 0.2 % , serta tambahan modal khusus perempuan pengusaha terus dipermudah karena inti kami perempuan pengusaha adalah pengembali kredit terbaik atau dengan kata lain NPL nya hampir 0 %.

Perhelatan ini juga akan menyajikan pameran produk-produk kreatif serta beberapa pelatihan digital bidang F&B, Fashion serta presentasi tentang kemudahan berusaha lainnya. Menurut Dewi Arimbi Soeharto Alamsyah, beberapa agenda penting dalam Rakernas yaitu sidang pleno 1 sampai dengan 4 yang akan dipandu oleh ketua Steering Commitee ibu Ratna.

Dalam kesempatan tersebut Ir. Dewi Arimbi Soeharto Alamsyah, Ketua Panitia OC Rakernas XXIX IWAPI, Meneruskan misi IWAPI dimana kamı ingin terus menyebarkan semangat kewirausahaan, dengan terus mengedukasi pengusaha wanita terutama UMKM untuk mendapatkan akses ke teknologi baru, kemudahan pemasaran, dan keuangan.
Mengenai ikatan Wanita Pengusaha Indonesia IWAPI didirikan pada tanggal 10 Februari tahun 1975.

IWAPI memiliki lebih dari 30.000 pengusaha wanita yang terdiri dari 85 % Usaha kecil dan Mikro, 13 % Usaha Menengah dan 2% Usaha Skala Besar IWAPI adalah organisasi perempuan
pengusaha terlama dan terbesar di Asean dan Iwapi ditunjuk oleh kementerian Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak sebagai FOCAL POINT untuk AWEN (ASEAN WOMEN ENTERPRENEUR NETWORKING) mewakili Indonesia.

Untuk mencapai misinya IWAPI tidak hanya menjalin kerjasama dengan Pemerintah pusat dan daerah tetapi juga dengan pihak swasta di dalam dan luar negeri sebagai mitra strategis. IWAPI yakin bila pemberdayaan perempuan secara ekonomi terus ditingkatkan maka program Three end yaitu mengakhiri kekerasan terhadap ibu dan anak, lalu mengakhiri perdagangan manusia dan mengakhiri kesenjangan ekonomi dapat tercapai.(Nwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here