Indahnya Pagelaran Tari Kolosal Klono Sewu Di Suguhkan Pada Bulan Berkunjung Ke Jombang

0
95

Jombang, Sinar Pos

Indahnya Pagelaran Kolosal Tarian Klono Sewu saat membuka Bulan Berkunjung Ke Kabupaten Jombang melibatkan sebanyak 900 siswa tingkat SMP/SMA dan 100 Guru se Kabupaten Jombang.

Pagelaran tari Kolosal Klono Sewu ini dilaunching oleh Bupati Jombang Hj, Mundjidah Wahab dan ditandai dengan pemukulan Gong dan menyelempangkan sampur atau selendang kepada Wakil Bupati dan Forkopimda untuk ikut turut menari bersama. Jumat (06/09/2019)

Acara tersebut digelar di Alun-Alun Jombang. Tampak hadir dalam kegiatan tersebut adalah Para guru MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Seni Budaya se Kabupaten Jombang dan siswa-siswi SMP, MTs, SMA, SMK, MA, baik Negeri maupun Swasta se Kabupaten Jombang telah berlatih selama sebulan untuk pementasan Kolosal Tari Klono Sewu.

Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab, dalam sambutannya mengatakan, saya sangat mengapresiasi positif pementasan tari Kolosal dan ini adalah upaya Pemerintah Kabupaten Jombang. Dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang untuk menanamkan pendidikan yang berkarakter, sekaligus menjaga dan melestarikan budaya. “Ini adalah salah satu bentuk ekplorasi keragaman dan kearifan budaya lokal yang dimiliki oleh Kabupaten Jombang. Oleh karena itu, semua memiliki tugas untuk mempertahankan eksistensi dan mengembangkan sebagai salah satu identitas daerah,”ucap Bupati Jombang

Sebenarnya perlu diketahui bahwa Ki Purwo telah meninggalkan sebuah Wayang Topeng dari Jati Duwur, asli kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang diawali dengan tari Klono Topeng. Pemerintah Kabupaten Jombang bangga karena Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI telah memberikan penghargaan untuk Kabupaten Jombang berupa warisan budaya dan sebagai bentuk penghargaan tersebut ditampilkan dalam bentuk Kolosal.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang memberikan Surprise dengan ikut serta menari Klono Sewu bersama masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Budi Nugroho, mengatakan bahwa “Pementasan Kolosal Tari Klono Sewu” ini adalah rangkaian kegiatan Bulan berkunjung ke Jombang tahun 2019. Yang diawali dari kegiatan Workshop dan pelatihan tari Klono Sewu oleh guru yang tergabung dalam MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Seni Budaya dan kemudian ditransformasikan kepada siswa-siswi SMP, MTs, SMA, SMK dan MA se Kabupaten Jombang.

“Untuk asal tari Klono Sewu adalah tari yang berasal dari Kesamben Jombang. Kemudian Para siswa berlatih selama 3 (tiga) minggu. Dengan pementasan ini semoga budaya Jombang semakin terkenal dan selalu terlestarikan. Kami bangga memiliki warisan khas Jombang ini,” pungkasnya. (rud/ff)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here