Puncak Acara Hari Koperasi ke-72 Jawa Timur 2019

0
95

SURABAYA, SINAR POS – Serangkaian acara Puncak Hari Koperasi Provinsi Jawa Timur (Jatim) yang diawali dengan berbagai lomba bertemakan koperasi dan UKM, sarasehan, pagelaran wayang kulit serta koperasi peduli, ditutup dengan dibukanya pelaksanaan pameran koperasi & UKM Expo di Grand City Convex Surabaya, Rabu (7/8).

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jatim, Mas Purnomo Hadi mengatakan, kebetulan pada hari koperasi ini, kami bersama anak-anak muda berkreasi dari gerakan koperasi dan UMKM. Itu menciptakan siJawara, Jawara ini sistem pembelajaran wawasan jarak jauh, itu tempatnya di UPT pelatihan koperasi, ini mempermudah teman-teman anggota koperasi atau masyarakat yang ingin berkoperasi itu dibilang pembelajaran jarak jauh, dan sijawara ini bersertifikat, selama satu minggu mendekam mengikuti pelatihan di online itu. Mereka bersertifikat.

Yang kedua tentang OPOP, OPOP ini tentang one produk one pesantren, pesantren ini menjadi salah satu nawabhakti satiyanya Ibu Gubernur, masuk pada bhakti ke tujuh yaitu Jatim sejahtera, itu bagaimana supaya ditingkatkan pondok pesantren itu menciptakan santripreneur dan sosiopreneur. Disitu para santri tidak hanya belajar ngaji, mereka juga berwira usaha, ada SMK-nya, punya SMK, punya koperasi dan berusaha, sehingga nanti santri yang keluar itu menjadi sosiopreneur, bukan pencari kerja, tapi pencipta kerja. Ujarnya.

Berikutnya adalah Jatim Iso, adalah suatu market place yang bekerjasama dengan bukalapak, tidak hanya bisa dengan market place yang ada, untuk menampung produk 9,7 juta UMKM dan 34 ribu koperasi di jatim, maka teman-teman anak muda koperasi membuat yang namanya jatim iso, pemasaran online. Yang terakhir adalah Tomiko, adalah toko online milik koperasi, jadi itu juga merupakan market place, diciptakan juga oleh anak-anak koperasi, bahwa penjualan online itu sekarang diminati dan omsetnya lebih tinggi, disamping yang offline, maka dibentuklah yang namanya Tomiko, Jatim Iso, supaya itu membantu, pemasaran dari pada UMKM dan koperasi, produk yang bersertifikasi tentunya bekerjasama dengan Bank jatim didalam rangka pembayarannya, bersama dengan Gojek dalam rangka pengirimannya. Katanya.

Kalau OPOP itu pencipta suatu santri preneur, pesantren preneur, sosio preneur, jadi itu merupakan suatu aplikasi nantinya, grand disainnya itu bagaimana pondok pesantren itu mempunyai suatu produk, menampilkan suatu produk, produk yang bersertifikasi, produk yang berstandarisasi, dan layak untuk go internasional ucapnya.
Di jatim iso maupun tomiko, produk yang dihasilkan baik oleh OPOP tadi itu bisa langsung di pasarkan disitu, dan itu sudah online, harus download dulu. Sekarang ini baru 30 persen koperasi yang siap online, dan sudah 45 sampai 47 persen UMKM yang sudah online.

Jumlah koperasi yang terdaftar di jatim sudah 34.354 tapi didalamnya ada 9.626 ter katagori hidup segan mati tak mau. Yang dikatakan Ibu Gubernur tadi Insan koperasi itu tidak ngerti ruhnya koperasi, sehingga ada 20 persen dari 34.354 itu terkatagori hidup segan mati tak mau.
UMKM itu 9,7 juta dan semuanya berproduksi, baik itu di industrinya, di perdagangannya, di jasanya, semua sub sektor ditangani oleh UMKM maupun IKM nya. Tutur Mas Purnomo Hadi.(Nwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here