Deseminasi Sistem Jaminan Sosial Nasional Bagi Pekerja Sektor Informal

0
60

SURABAYA, SINAR POS – BPJS Ketenaga kerjaan Bekerjasama Dengan Dinas Ketenaga kerjaan menggelar diseminasi sistem jaminan Sosial Nasional bagi Pekerja sektor informal di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya Selasa (6/8).
Dengan tujuan 1. Memberikan pemahaman mengenai sistem jaminan sosial nasional bagi pekerja sektor informal, termasuk pegawai non ASN di instansi Pemerintah, Pengurus Yayasan Panti Jompo dan penyandang Disabilitas. 2. Sasaran meningkatnya pemahaman pentingnya jaminan sosial dalam memberikan perlindungan dan peningkatan kesejahteraan bagi warga Negara Indonesia.

Plt Direktur Jaminan Sosial, Aswansyah didampingi Ketua Panitia Andi Awaluddin mengatakan kegiatan desiminasi sistem jaminan sosial nasional untuk Pekerja sektor informal ini strateginya cukup bermanfaat, karena sektor informal ini rentan dari jaminan sosial atau perlindungan sosialnya, ini yang perlu kita tingkatkan kegiatan-kegiatan ini supaya bagaimana mereka paham tentang apa sih manfaat dari program jaminan sosial, terkait dengan khususnya program jaminan kecelakaan kerja maupun kematian, toh kami sebagai Pemerintah ataupun BPJS Ketenagakerjaan tidak menutup peluang kalau apabila mereka ingin yang sifatnya sukarela ujarnya.

Ketua Panitia, Andi Awaluddin mengatakan, kalau untuk pekerja total 29 juta peserta BPJS baik dia pekerja formal maupun informal, sementara ini sebagian besar masih informal, makanya kita dari Pemerintah bersama BPJS ini, sedang meningkatkan untuk kebesaran khususnya pekerja informal, karena ada dua hal, dari empat program ini dua itu programnya, cakupannya perlindungan, jaminan kematian dan kecelakaan kerja, sedangkan dua program lagi adalah untuk kesejahteraan, yaitu jaminan hari tua dan jaminan pensiun. Ujarnya.

Masih kata Andi, khusus sekarang ini untuk sektor informal, itu masih kepada jaminan kecelakaan kerja dan kematian. Untuk JHTnya itu masih non mandatori, artinya tidak wajib, itu Sementara ini kami bersama BPJS membuat Road map untuk peningkatan kepesan untuk pekerja sektor informal sampai 2024 itu target 34 juta untuk keseluruhan. Katanya.

Untuk informal memang kita tidak pikirkan secara spesifik, tapi meningkatkan itu persentase sekitar 20 persen kenaikannya dari peserta yang ada.

Andi menambahkan, kalau untuk sosialisasi kami sendiri dari Pemerintah bersama BPJS selalu setiap bulan, tahun ini kami ke wilayah ke 6, kami sebagai Pemerintah tidak sendiri, disisi lain BPJS ketenaga kerjaan ini kan di Provinsi itu masing-masing punya wilayah, mereka juga ada target-target tertentu yang di gariskan oleh DJSN (Dewan jaminan sosial nasional) untuk dilakukan juga sosialisasi. Kami Pemerintah tidak sendiri, BPJS juga menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dimasing-masing Provinsi kabupaten kota ucapnya.

Kalau informal lingkupnya sangat luas, dari pekerja yang jasa profesi, Bapak ini, wartawan-wartawan ini, kami anggap informal, sebagai jasa profesi. Petani, nelayan , yang bekerja di pasar, itu kami anggap informal, jadi tidak ada hubungan kerja, tidak ada perjanjian kerja istilahnya. Tutur Andi Awaluddin.

Aswansyah menambahkan, justru yang sektor informal yang lebih banyak, dibandingkan yang sektor formal, inilah yang harus kita galakkan supaya mereka memahami tentang perlunya program jaminan sosial, begini kami lakukan kegiatan deseminasi untuk memberikan suatu pemahaman-pemahaman bagi mereka, sebenarnya mereka mau, karena mereka belum tahu apa manfaat jaminan sosial. Kedua kita mempermudah mereka bagaimana, kalau membayar iuran kita lebih dekatkan kepada itu, jalur-jalur ini yang kita benahi, itu sudah dilakukan oleh BPJS ketenagakerjaan tutur Aswansyah. (Nwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here