Seminar Ketahanan Pangan Jawa Timur

0
66

SURABAYA, SINAR POS – Paguyuban Pedagang Sapi Dan Daging Segar Jawa Timur (Jatim) menggelar Seminar Ketahanan Pangan Jatim dengan Tema “Stabilitasi Harga Daging Sapi di Pasar Tradisional Dan Pasar Modern Dalam Rangka Mendukung Kebijakan Pemerintah Mensejahterakan Masyarakat” di Hotel Sahid Surabaya, Kamis (1/8).

Divisi Humas PPD Daging, Dondik Agung mengatakan, SE 2010, artinya 2019 sudah 9 tahun, ketika pertumbuhan penduduk di ikuti dengan penghuni sapi pasti tidak berimbang, artinya untuk jatim masih kurang, ada kebijakan, untuk di import pakai mereka sama perusahaan, artinya ini kan bicara masyarakat, murah, aman, halal, artinya ketika kebijakan ini, pro kepada pengusaha dan hotel restoran katering, masyarakat gimana, konsumsi lokal masih Rp 110.000.- ini yang kita selaku paguyuban pedagang daging berharap data dari perwakilan Pemerintah, dinas peternakan kita meetingkan lagi, benar enggak, tadi Tanya ke dinas peternakan ada faktor yang tidak bisa dikatakan 4,6 juta tadi. Ada peternak yang tidak jual, ini hanya data saja, ini harus dipotong, itu saja, 38 juta penduduk itu data populasi.

Disini kita menyamakan frequensi dinas peternakan dengan paguyuban daging segar yang diwakili Pak Mutolib, kita PPD daging yang tentunya bisa import, bisa lokal, ayolah kita duduk bersama bagaimana jatim ini kita ngomong ketahanan pangan, minimal masyarakat bisa makan protein hewani yang namanya daging ujarnya.


Pihaknya berharap data itu dikoreksi, yang benar kebutuhan daging potong, bukan populasi daging sapi. Tuturnya.

Sementara itu, Bendahara PPSDS, Ediyanto SE, selaku Penyelenggara, berharap kedepan kita adakan acara-acara seperti ini atau sejenis, guna mendukung pemerintah, terutama pemerintah jatim, karena PPSDS menginginkan pedagang sapi, pedagang daging sapi segar, maupun juga dari PPD ini dari import, bisa sama-sama tumbuh, peternaknya tidak mati, apalagi jatim itu sebagai kontributor nasional, hanya saja rapuh, termasuk stabilitas harga, sehingga program pemerintah kami dukung penuh dan kami punya daya konsumsi yang luar biasa.

Tinggal diatur nanti bagaimana melakukan tatakelola yang baik untuk jatim Sebagai support nasional. Jadi acara ini mudah-mudahan didukung oleh Disnap, Disperindag, dalam hal ini program pemerintah, kami dari PPDS bersinergi jadi yang untuk mendapatkan outcome dalam hal ini adalah daging dan sapi.

Outputnya sinergi ini manakala pemenuhan kebutuhan dasar protein dari daging itu sendiri betul-betul sudah terpenuhi oleh masyarakat jatim dulu, baru nanti bisa kontribusi keluar jatim. Ujarnya.
Untuk yang daging impor ya bisa dilakukan segmentasi pasar yang bagus sehingga semua elemen masyarakat jalan, masyarakatnya dapat, pelaku usahanya dapat, putra daerahnya dapat, pendapatan asli daerah jatim dapat, dan tiap kabupaten katanya.

Pihaknya berharap kedepan lebih teknis lagi semacam seminar tatakelola. Kondisi jatim rapuh, karena tidak ada sinergi, dibilang surplus ia, endak ia, karena kalau surplus seharusnya rembesan daging import. Kuantitas daging import, kami punya data semua, harusnya tidak, harusnya hanya dua setengah persen, tapi harga kalau surplus hukum ekonominya supply demand, kalau barang banyak, harganya pasti murah, enggak 105, tolong dicatat, harga 105 harus dikombain dengan PDB rakyat jatim, contoh di London sekarang ini, harga daging seratus ribuan, kalau dirupiahkan, tapi pendapatan perkapita mereka yang paling rendah, 40 juta. Nanti kita diatur misalnya di angka berapa, 70.000.- tapi yang namanya rapuh itu sudah tidak adalagi, stabilitas harga kuat, pemerintah bisa ngatur, misalnya bulog sebagai stabilisator, Pemprov, disnap itu elemen-elemen pendukung stabilisator aja bukan sekedar regulator. Katanya.

Untuk pedagang daging segar terjadi penurunan 56 persen, otomatis sapi itu untuk yang mati berarti segmen daging segar. Sapi keluar yang tidak terkendali tadi, supaya nanti sarana prasarana checkpoint harus di upto date langsung sesuai sarana prasarana jalan, tol laut, mungkin harus digandeng dengan angkatan laut, seperti dari sapudi, menyangkut keselamatan, sapI berenang dilaut, itu seharusnya bekerjasama dengan angkatan laut, untuk jatim.

Menjelang Iedul Adha, harga cendrung naik, semoga bisa terkontrol dikarenakan segmen daging impor masih masuk. Tutur Ediyanto SE. (Nwi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here