Fokus Group Discussion Kebijakan Pemerintah terkait KET Dan Sistem Subsidi Pupuk Bersubsidi

0
125

SURABAYA, SINAR POS – Kementerian Pertanian Republik Indonesia menggelar Fokus Group Discussion Kebijakan Pemerintah Terkait KET Dan Sistem Distribusi Pupuk Bersubsidi di Hotel Bumi Surabaya Hari Selasa (30/7).

Dirjen Kementerian Pertanian, DR. Drs Sarwo Edhy SP MM, mengatakan terkait dengan permasalahan pupuk karena kelangkaan pupuk, terkait dengan adanya distributor dan oknum-oknum yang nakal, ada juga kios-kios pengecer yang tidak sesuai dengan ketentuan yang ada, kita sarankan pupuk holding dan teman-teman untuk diselesaikan secara adat, dilakukan pendekatan dulu, kalau memang sudah tidak bisa diclearkan ya sudah di ganti saja kewenangan dari pupuk. Pupuk tidak akan langka kalau data sesuai, sekarang kita dasarnya dari RWKK, RWKK kan ribut dengan petani, dikumpulkan oleh kelompok tani. Kemudian diketahui oleh penyuluh, disahkan oleh Kepala Desa.

Dari desa ini ke tingkat kecamatan disana ada BPP, dari BPP ketingkat kabupaten, kabupaten ke provinsi, provinsi ke pusat. Dari pusat diklarifikasi turun lagi ke provinsi, kabupaten, kemudian ke tingkat desa kecamatan. Jadi kuota pupuk yang kita bagikan ke masyarakat berdasarkan usulan dari Bank.

Dikatakan Sarwo Edhy, mengenai ada selisih luas sawah sebesar 650.000 ha. Sawah itu sedang kita validasi, kita kementerian pertanian sudah membentuk team, terdiri dari Kementerian Pertanian kemudian ada BPS, BPN, dari Badan informasi Geospace juga ada, dan angkanya sudah kami sampaikan ke kementerian ATR BPN dan ke Menko Perekonomian, jadi harusnya tidak ada masalah, nanti akan di revisi dan klarifikasi sesuai dengan kenyataan di lapangan.
Berdasarkan hasil pengukuran citra satelit yang dilakukan oleh Badan informasi Geospasial (BIG). Punya wewenang untuk melihat lahan melalui citra satelit. Yang terbaik kita lihat di lapangan, apakah lahan itu betul-betul sudah tidak ada atau masih ada. Setelah kita klarifikasi ke lapangan ada. Dari 83 titik, itu ribuan titik.

Sarwo Edhy menambahkan, pupuk subsidi ini sangat membantu kepada petani, jadi kita membantu petani untuk membeli pupuk murah.

Dengan adanya pengurangan luas baku sawah ini, maka anggarana subsidi pupuk itu sementara di blokir sementara, nanti kalau hasil validasi ini sudah clear, itu dikeluarkan lagi, saya pikir akan clear sesuai dengan harapan kita senua tutur DR Drs Sarwo Edy SP MM. (Nwi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here