Pengawasan Teknis Kinerja Penyelenggaraan Penataan Ruang Tahun 2019 Provinsi Jatim Dan NTB

0
148

SURABAYA, SINAR POS – Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan tata ruang /Badan Pertanahan Nasional menggelar workshop Pengawasan Teknis Kinerja Peneyelenggaraan penataan ruang tahun 2019 di Hotel Wyndham Surabaya Hari Selasa (9/7).

Kasubdit Pengendalian Pemanfaatan Ruang wilayah 4 di Direktorat Pengendalian Pemanfaatan ruang pengobatan ruang dan Penguasaan Tanah di Kementerian ATR BPN, Harris Simanjuntak, mengatakan, Ini bukan yang pertama lagi, di Provinsi lain sudah kita laksanakan selama tahun ini. Pada dasarnya workshop kita ini bertujuan uintuk melihat kinerja penyelenggaraan penataan ruang kita sejauh ini sudah bagaimana ujarnya.

Sejauh ini kita belum pernah memotret utuh semua aspek dari penyelenggaraan penataan ruang itu, apakah sudah berjalan dengan baik atau masih perlu perbaikan- perbaikan disana sini. Nah dengan demikian potret kita ini untuk melihat kinerja penataann ruang itu sendiri. Yang kita potret itu dari kinerja aspek pengaturan, kemudian aspek pembinaan, aspek pelaksanaan sama, aspek pengendalian.

Itu semua di potret melalui kegiatan pengawasan yang kita adakan di tahun ini sebagai bagian dari kegiatan pengendalian pemanfaatan ruang di wilayah Indonesia ini. Katanya,
Pelaksanaan penataan ruang ini terdiri dari perencanaan tataruang pemanfaatan ruang itu sendiri, kemudian pengendalian pemanfaatan ruang . Ini dibungkus oleh aspek pengaturan pembinaan dan pengawasan. Sejauh ini kalau kita lihat kalau perencanaan tata runag itu sudah banyak berjalan dan kalau kita lihat nih RT, RW, Kabupaten, Provinsi sudah semua ada rencananya.

Bahkan sekarang ini sudah sampai ke rencana detail tata ruang sebagian, namun di aspek pengendalian ini kita belum sepenuhnya berjalan. Rencana ini belum kita ketahui, sekarang ini apakah benar-benar keadaan existing yang sebenarnya, ini sesuai betul dengan rencana yang kita susun atau malah lari. sebetulnya kegiatan ini penting bagi kita untuk melihat hal-hal apa yang akan kita perbaiki nanti sekiranya ada penyimpangan, sekiranya ada yang tidak pas dengan rencana yang kita susun, itu semua rencana-rencana tata ruang itu ucapnya.

Contohnya, apakah ada rencana, tapi kalau dia belum diperdakan, belum ada pengaturannya, tentunya tidak mengikat kalau pembinaan itu kita lihat juga apakah ada pelatihan litbangnya dan lain-lainnya. Dari pelaksanaan itu sendiri tadi ada tiga perencanaan penataan ruang sama pengendalian pemanfaatan ruangnya. Kegiatan kali ini punya harapan, Kalau selama ini perencanaan tata ruang ini sudah berjalan, sudah saatnya kita seluruhnya malah di arah pengendalian pemanfaatan ruang ini. Kita melihat aspek pengendaliannya , kalau kita lihat ini rencana bagus, tapi dalam realitas kehidupan kita sehari-hari begitu banyak masalah. Kita runut kita mulai darimana tentunya setelah kita potret dulu, kalau yang tata ruangnya kinejanya masih rendah, apa sih strategi kita, bagaimana semangat meningkatkan kinerja ini, kalau dia faktanya menyimpang dari rencana, bagaimana kita mengembalikan lagi, supaya kembali ke trek yang direncanakan Itu. Tentunya kalau kita hanya melihat di aspek pelaksanaan penataan ruang itu, yang tadi perencanaan pemanfaatan ruang sama pengendalian pemanfaatan ruang tidak cukup.

Kita harus melihat aspek yang lebih besarnya lagi, yaitu pengaturan pembinaan dan pengawasan itu sendiri. Kalau semua aspek ini baik dan kinerjanya bagus, berarti tata ruang itu bermanfaat bagi kita, berfungsi bagi kita dan bisa mensejahterakan masyarakat. Tutur Harris Simanjuntak. (Nwi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here