Ketika Pedagang Batik Lebak dari Rangkasbitung Merayu Bupati Siak

0
50

Jakarta – SINAR POS – Pameran APKASI OTONOMI EXPO 2019 tahun ini berlangsung 3 hari saja, yaitu dimulai dari tanggal 3-5 Juli 2019.

Pameran tersebut ramai dikunjungi oleh banyak orang karena banyak unggulan dari setiap kabupaten daerah di tawarkan di pameran tersebut.

Selain menawarkan prodak unggulan masing masing daerah juga pengunjung disuguhkan dengan pertunjukan tarian daerah dari masing masing kabupaten.

Ditengah pameran tersebut terlihat oleh wartawan peristiwa menarik, yaitu ketika seorang pria beserta rombongan berhenti di stand Kabupaten Lebak untuk sekedar menawar barang yang dijajakan oleh stand tersebut untuk dibeli dan dibawa pulang ketempat asal rombongan itu tadi.

Inilah moment penting bukti nyata dari arti saling menghargai sesama kebudayaan di bumi Nusantara ini.

Sangat sedap dipandang mata ketika seorang pelanggan berniat membeli Kain Batik dari kabupaten Lebak provinsi Banten yang kental dengan Nuansa suku Baduy nya dan aroma Banten Kulon.

Ternyata sang pelanggan bukanlah seorang Pengunjung Biasa, melainkan seorang Bupati dari Kabupaten Siak provinsi Riau yaitu Bapak Drs. H. Alferdi M. Si.

Peristiwa tersebut berlangsung dengan sangat hangat penuh senda gurau dan nuansa tawar menawar yg mengundang senyum wartawan ketika datang berkunjung di pameran APKASI OTONOMI EXPO 2019 pada waktu tanggal 4 Juli 2019 .

Terlihat Umisyaroh seorang ibu penggalang dan Pemerhati budaya Batik Lebak dan kepala UMKM Batik Lebak dari Rangkasbitung sekaligus Pemilik Toko produk Khusus Batik Lebak dengan bangga menawarkan keunggulan batik dari daerahnya untuk ditawarkan kepada Pejabat dari Siak itu.

Alih alih akhirnya Bupati Siak itu terbujuk juga dengan rayuan maut dari Umisyaroh sang pemerhati dan distributor Batik Lebak, untuk membeli Kain batik nya sebanyak 5-6 helai dan beserta pernak pernik lainnya.

Setelah season jual beli pernak pernik barang dagangan dari kebudayaan ciri khas Lebak tersebut diakhiri dengan berfoto ria dan bersalam salaman antara 2 orang yang berbeda culture kebudayaan tapi sangat saling menghargai, mendukung antara satu sama lain.

Benar benar pemandangan indah sedap mesra dipandang mata…

Itulah indonesiaku…

Nusantaraku…

Bhineka Tunggal Ika

NKRI HARGA MATI !!!

Reporter : Richter

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here