HIMBAUAN KEPALA CABANG DINAS KEHUTANAN PACITAN PROVINSI JAWA TIMUR

0
160

Pacitan,- Sinar Pos

Pada saat musim kemarau tiba seperti beberapa bulan terakhir ini, Pacitan juga bersiaga untuk menghadapi kebakaran hutan yang sering kali terjadi, kepala cabang dinas kehutanan kabupaten Pacitan Wardoyo S.HUT MM mengatakan titik-titik yang paling rawan terjadi kebakaran hutan pada tahun-tahun kemarin adalah kecamatan Arjosari dan Pacitan kota.

Setelah di telusuri lebih dalam oleh pemerintah, indikasi terjadinya kebakaran hutan yang sering terjadi tersebut di karenakan warga masyarakat sendiri yang awalnya tidak sengaja membakar hutan, melainkan hanya membakar lahannya masing-masing yang bertujuan agar hewan-hewan seperti babi hutan tidak bersembunyi di semak-semak lahan Mereka, tetapi saat api belum mati mereka meninggalkan api tersebut, meskipun radius pembakaran yang sudah di perkirakan tidak akan merambat luas tetapi tiupan angin yang sangat kencang membuat api merambat secara luas dari satu lahan ke lahan yang lain.

Dinas pemerintah pun tidak bisa menghimbau masyarakat terlalu keras karena harapan masyarakat selain mengusir hewan-hewan liar tersebut, pada saat musim hujan datang akan membawa berkah tersendiri karena rumput-rumput kering yang sudah terbakar akan tumbuh menghijau kembali.

Kepala cabang dinas kehutanan pacitan menghimbau masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan karena salah satu penyebab terjadinya kebakaran, selain ITU kepala cabang dinas kehutanan pacitan sudah bersosialisasi melalui kelompok tani dan perangkat desa masing-masing daerah untuk saling mencegah terjadinya kebakaran, seperti memasang papan nama di titik-titik yang rawan terjadi kebakaran.

Sampai saat ini pihak pemerintah pun belum bisa menemukan siapa pelakunya, karena di dalam masyarakat sendiri tidak ada yang mau buka mulut tentang siapa yang membakar tersebut, ” Warga masyarakat harus lebih waspada karena undang-undang tentang pembakaran hutan masih berlaku, jika sudah ada peringatan tetapi tidak menghiraukan akan terkena denda” Ucap Wardoyo. (Son/yud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here