Nutrifood Edukasi 100 Dokter Umum Puskesmas dan Poliklinik Kota

0
57
Surabaya SINAR POS – Mengenai Pentingnya Deteksi Dini dan Pencegahan Prediabetes Surabaya, 30 Juni 2019-Nutrifood bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI, Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Surabaya, dan Pengurus Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) Cabang Kota Surabaya, mengadakan program edukasi ‘Pentingnya Deteksi Dini
dan Pencegahan Prediabetes’ yang diikuti oleh 100 dokter umum puskesmas dan poliklinik nwilayah Surabaya Prediabetes adalah pencetus penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2). International Diabetes Federation 2015 memperkirakan, pada tahun 2040 sebanyak 642 juta penduduk dunia akan mengalami diabetes dengan jumlah penderita prediabetes dua hingga tiga kali lipatnya. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan peningkatan prevalensi diabetes di
tingkat nasional dari 6,9 % pada 2013, menjadi 8,5% pada 2018. Ada pun angka kejadian diabetes di Jawa Timur juga meningkat, yaitu 2,1 % pada 2013, menjadi 2,6% pada 2018.
Rp
drg. Febria Rachmanita, MM, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya mengatakan,
“Pemerintah Kota Surabaya memberikan perhatian khusus pada kondisi prediabetes dan diabetes yang kini tidak hanya diderita oleh kelompok usia tua, namun mulai banyak ditemukan
di kelompok usia muda serta produktif. Kami mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun swasta, untuk bersama-sama melakukan gerakan pencegahan prediabetes melalui deteksi dini atau skrining faktor risiko Penyakit Tidak Menular di Posbindu sesuai standar yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan RI.
Dr.dr. Brahmana Askandar, SpOG(K), Ketua IDI Cabang Kota Surabaya menambahkan,
Tenaga kesehatan memegang peranan penting dalam menjaga kondisi prediabetes agar tidak berkembang menuju DMT2.
Prediabetes dan DMT2 adalah penyakit yang membahayakan dan erat kaitannya dengan angka morbiditas (angka kesakitan), risiko progresivitas penyakit, biaya dan mortalitas (angka kematian) akibat komplikasi, seperti penyakit kardiovaskular dini, gagal ginjal, dan stroke. Namun penyakit ini dapat dicegah. Melalui program ini, kami berharap
kemampuan para dokter umum semakin terasah, sehingga dapat memberikan deteksi dini dan edukasi pencegahan prediabetes kepada masyarakat”
dr. Teguh Raharjo, Sp.PD, Pengurus PERSADIA Cabang Kota Surabaya menjelaskan Pertanda prediabetes secara laboratoris adala atau kadar glukosa darah 2 jam post prandial 140-199 mg/dl. Umumnya kelompok berisiko prediabetes adalah orang dengan obesitas/kegemukan, sering abortus, melahirkan bayi dengan
berat badan 4 kg atau lebih, porsi makan besar tetapi kurang gerak, serta keluarga memiliki riwayat diabetes Dalam jangka waktu 3-5 tahun, 25% prediabetes dapat berkembang menjadi
DMT2, 50% tetap dalam kondisi prediabetes, dan 25% kembali pada kondisi glukosa darah.( Nawi )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here