BNNK Tuban Gelar Deklarasi Penyalahgunaan Narkoba

0
86

Tuban, Minggu (23/6/2019) di lapangan Watu Gajah, Semanding, kabupaten Tuban Jawa Timur.kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun ini.

Dalam sambutannya, Bupati Tuban, Fathul Huda menyerukan pada masyarakat untuk memerangi narkoba di Bumi Wali.

Bahkan, hingga saat ini Pemkab bersama BNNK, Polri dan TNI secara berkelanjutan mengadakan operasi maupun razia untuk mewujudkan Kabupaten Tuban Zero Narkoba.

“Dilakukannya operasi bukan karena benci, tetapi karena Pemkab Tuban peduli dengan masyarakat.” tutur bupati.

Dirinya menyebut, peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayahnya mengalami penurunan.

Pada tahun kemarin, 75 persen tahanan Lapas Tuban merupakan terpidana peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Jumlah tersebut mengalami penurunan drastis pada tahun ini. “Pada tahun 2019, hanya 15 persen. Jumlah ini akan terus ditekan hingga Zero Narkoba Lapas Tuban.” ungkap Huda.

Ia juga menerangkan, narkoba dan anak turunnya bisa menyerang siapa saja. Bukan hanya remaja, tapi juga orang dewasa dengan berbagai latar belakang.

Tak hanya itu, narkoba dan Miras dapat memicu seseorang untuk mengganggu ketertiban dan merusak tatanan masyarakat.

Bahkan, tingginya angka kecelakaan salah satunya dikarenakan narkoba dan Miras. Lebih lanjut, bupati dua periode ini menjelaskan, remaja memiliki rasa ingin tahu yang besar.

Karenanya diperlukan edukasi pemahaman tentang bahaya narkoba. Hal ini sebagai upaya preventif agar anak-anak tidak sampai mencoba.

“Upaya preventif tersebut juga diwujudkan dalam bentuk pembendungan peredaran dan menindak tegas pelaku peredaran narkoba.” tegas bupati.

Kemudian, Kepala BNN Provinsi Jawa Timur, Brigjenpol Bambang Priyambadha mengungkapkan pada tahun kemarin pihaknya mengamankan 26 kg sabu.

Sedangkan, Januari hingga Juni tahun ini pihaknya telah mengamankan 28 kg sabu. Jumlah ini menunjukkan adanya peningkatan yang mengkhawatirkan.

Guna menyikapi hal tersebut, instansi pemerintah harus ikut berperan aktif dalam memerangi peredaran narkoba.

Upaya yang dapat dilakukan, diantaranya pembuatan Perda P4GN, sosialisasi, tes urine dan pembentukan kader anti narkoba.

Mantan Kapolres Tuban ini menjelaskan bahwa lingkungan keluarga perlu dibina untuk menjalin komunikasi dua arah.

Anggota keluarga juga harus saling mengenali tanda-tanda perubahan sikap. Di samping itu, lingkungan pendidikan dan masyarakat juga harus ikut andil dalam pengawasan dan pencegahan peredaran narkoba.

“Jika ditemukan pengguna narkoba segera lapor ke BNN untuk direhabilitasi. Gratis dan tidak dipidanakan.” tegasnya.

Ditempat yang sama, Kepala BNNK Tuban, I Made Arjana menambahkan peringatan HANI lahir sebagai wujud keprihatinan penyalahgunaan narkoba yang telah menelan banyak korban jiwa.

Kelompok usia remaja menjadi sasaran paling rawan untuk dijadikan target penyalahgunaan narkoba.

“Oleh karena itu, tema yang diangkat adalah Milineal Sehat Tanpa Narkoba, Menuju Indonesia Emas.” jelas ia.

Ia melanjutkan, pemerintah pusat telah menetapkan penyalahgunaan narkoba sebagai extra ordinary crime. Oleh karenanya diperlukan penanganan khusus dan komprehensif.

“Mari kita jaga anak kita dari penyalahgunaan narkoba. Tugas ini menjadi tanggung jawab semua elemen. Mari kita perangi narkoba dimulai dari keluarga.” pungkasnya.

Pada kesempatan ini, juga dilakukan penandatanganan Deklarasi Lawan Narkoba oleh Bupati, Kepala BNNP Jatim, Forkopimda Tuban dan Kepala BNNK Tuban.

Peringatan HANI tahun 2019 dikemas dengan jalan sehat. Bupati Tuban secara langsung menyerahkan salah satu hadiah utama kepada peserta jalan sehat yang beruntung. (Rosi/Gud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here