PAK SLAMET, SEORANG KAKEK ASAL DESA TUNJUNGSARI SIWALAN TINGGAL DAN HIDUP BERSAMA ANAKNYA  

0
105

KAJEN,– SINAR POS

Adanya laporan dan berita di media Sindonews.com hari Selasa ini (18/6/2019), dengan judul “Kakek Seorang Diri Hidup di Gubuk Sempit Bersama Ternaknya”, Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Siti Masruroh, M.Si didampingi Kasi Layanan Anak dan Lansia Bidang PPRS Dinsos, Kades Tunjungsari, TKSK Siwalan dan 3 orang pendamping PKH, Babinsa langsung mendatangi lokasi yakni Dukuh Gempol RT.017 RW.04 Desa Tunjungsari Kecamatan Siwalan.

Sebelumnya juga Camat Siwalan Sugino, S.STP., bersama Kepala Puskesmas Siwalan bersama bidan,  perawat,  Kades dan perangkat Desa Tunjungsari, Kantor Kesbangpol dan unsur terkait juga mendatangi lokasi yang sama.

Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan Hj. Siti Masruroh menyampaikan bahwa berita yang dimuat Sindo News.Com hari Selasa ini, ada beberapa hal yang perlu diluruskan.
Dijelaskan, sebagian besar berita yang ditulis tidak benar bahwa Bapak Slamet tinggal di gubuk selama dua tahun. Hal ini, kata Masruroh, berdasarkan informasi dari Kepala Desa Tunjungsari M. Iskandar bahwa gubuk yang dibuat di pinggir kali yang perbatasan Desa Tunjungsari Kecamatan Siwalan dengan Sragi itu adalah dibuat baru 2-3 bulan yang lalu.

“Gubug itu sebagai tempat pak Slamet istirahat manakala ia walaupun sudah lansia (84 tahun) namun masih aktif beraktivitas dengan memelihara bebek dan menanam di lahan milik pengairan. Jadi, Pak Slamet beraktivitas dan tidur di gubuk di tanah bantaran pengairan itu memang pada saat siang hari,” terang Masruroh.

Lebih lanjut, Plt. Kepala Dinsos itu mengungkapkan bahwa hingga hari ini Pak Slamet masih tercatat sebagai penerima manfaat PKH Lansia. Dan menurut pak Kades, pak Slamet walaupun usianya sudah 84 tahun, akan tetapi sebagaimana aktivitas masyarakat pada umumnya ia masih aktif mengikuti kegiatan sosial seperti mengaji, sholat Jumat dan berjamaah secara rutin di masjid atau mushola terdekat.

“Dan salah satu anaknya yang kami temui yaitu Ibu Junaenah merasa marah dengan berita yang dimuat di media karena dianggapnya menelantarkan bapaknya, padahal tiap hari bapaknya selalu pulang ke rumah kami, bukan tinggal di gubuk itu,” imbuhnya.

Camat Siwalan, Sugino, S.STP menambahkan berkaitan dengan layanan kesehatan, selama ini Bapak Slamet sudah mendapat pelayanan kesehatan denga baik dari Puskesmas, dan yang bersangkutan sudah mmpunyai KIS (Kartu Indonesia Sehat), dan rutin cek kesehatan ke Puskesmas Siwalan. Hal ini sesuai laporan Kepala Puskesmas Siwalan, Suwondo.

“Beliau secara rutin masih mampu bersepeda untuk aktifitas ke masjid, ke rumah anaknya, juga ke Puskesmas Siwalan,” tandas Camat Siwalan. (Rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here