SPBU Jebus Terbakar Diduga Ulah Pengerit, Belum Diperbaiki

0
115

Sinar Pos, Bangka Barat

Pekerjaan ngerit (pengisian berulang-ulang) Bahan Bakar Minyak (BBM) dari SPBU di Pulau Bangka (Babel) cukup menguntungkan. Jenis BBM khusus rakyat yang umumnya disedot para pengerit adalah solar dan premium/bensin bersubsidi. Khusus solar subsidi (Rp 5.150) dijual kembali dengan harga mengikuti harga industri (sekitar Rp 10.000 perliter) . Pelanggannya adalah para penambang timah yang kebanyakan ilegal dan memerlukan cukup banyak BBM tiap harinya.

Khusus di Kecamatan Jebus dan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat, dari pantauan rerata SPBU (4 SPBU) melayani para pengerit. Pekerjaan tersebut sebenarnya berisiko, baik dari segi keselamatan umum maupun akibat hukum karena melanggar UU Migas yang ancaman bagi pelakunya cukup berat. Bahkan belum lama ini (9/6/2019) sebuah SPBU di Dusun Kedondong, Desa Tumbak Petar, Kecamatan Jebus terbakar diduga karena ulah para pengerit itu.

Dari info yang didapatkan dari seorang warga diduga SPBU tersebut sebelumnya setiap hari melayani pengerit. Disebutkan ada konsekwensi bagi pengerit untuk membayar lebih kepada perugas pengisian/nozel SPBU. Untuk pengerit sepeda motor setiap pengambilan bensin dipungut Rp 5000, sementara mobil Rp 10.000. Sedangkan bagi pengerit solar subsidi sebagian menggunakan mobil modifikasi membayar kelebihan Rp 250 perliternya. Sehari SPBU kedatangan 8 ton (8000 liter) solar subsidi dan 8 ton bensin yang selalu habis.

Dijelaskan, akibat ulah pengerit tersebutlah yang terindikasi jadi pemicu terbakarnya SPBU Kedondong. Umumnya sepeda motor pengerit bensin adalah merk Suzuki Thunder yang dimodifikasi. Normalnya isi tangki bensinya adalah 16 liter, jika dimodifikasi bisa 35 liter. Saat kejadian, sebuah motor modifikasi itu yang adalah kepunyaan warga setempat telah selesai mengerit. Ketika diengkol timbul percikan api dari businya yang merembet dengan cepat membakar tangki bensin dan beberapa buah motor pengerit didepannya dan menyambar anjungan bensin dan pertamax. Kebakaran tersebut kemudian bisa dipadamkan, namun anjungan bensin dan pertamax hangus terbakar.

Sementara, pengurus SPBU yang bernama Andi saat dijumpai Rabu (19/6) mengatakan tidak mengetahui pasti penyebab kebakaran. Ketika didesak karena bersumber dari percikan motor pengerit, Andi menyebutkan “tidak juga, berita-berita memang mengatakan seperti itu”, katanya. Dijelaskan Andi untuk sementara SPBU libur hingga 15 hari. Mengenai perbaikan dibutuhkan paling tidak sebulan. Mengenai pasokan solar bersubsidi sehari didapatkan 8 ton demikian pula bensin bersubsidi. Andi belum tahu kedepan apakah pengerit masih diijinkan untuk mengerit di SPBU itu atau tidak, “belum tahulah”, katanya. (Suhardi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here