Halal Bihalal Keluarga Besar Pengadilan dilingkungan Peradilan Umum Se-Jawa Timur

0
50

SURABAYA, SINAR POS – Keluarga Besar Pengadilan dilingkungan Peradilan unun se-Jawa timur, selenggarakan Halal Bihalal pada Hari Jum’at 14 Juni 2019 di Hotel Wyndham Surabaya dengan Tema : “Hidup Beriman Niscaya Hati, Pikiran dan Tindakan menjadi amanah”.

Ketua Pengadilan Negeri Surabaya, Abdul Kadir SH, MH, mengatakan,

Pada kesempatan ini atas nama pribadi keluarga Pengadilan tinggi Surabaya mengucapkan Selamat Hari Raya idul Fitri 1440 Hijriah Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin kehadapan ibu dan bapak semuanya sebagai umat Islam layaknya kita berlapang dada khususnya terhadap sesama muslim dan muslimah yang Sudah barang tentu dalam kehidupan sehari-hari lakukan hal-hal yang membuat kita hilang rasa, salah, dosa. Dalam kesempatan yang berbahagia ini hadirin yang berbahagia untuk melapangkan dada dengan rasa sabar dan atas ridho Allah meminta dan memberi maaf atas kesalahan diantara kita semua baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Pada kesempatan ini pula saya mengucapkan banyak terima kasih atas kesediaan Bapak Ustad Haji Hasanuddin untuk hadir dan memberikan siraman rohani, halal Bil halal, tidak saja merupakan tradisi bangsa Indonesia, hari memaafkan setelah melaksanakan puasa bulan Ramadhan hendaknya yang telah diperoleh di bulan Ramadan, jaga terus kemurniannya, ukhuwah wathaniyah tingkatkan rasa persatuan dan kesatuan kita, dengan sadar tulus ikhlas, kita adalah bersaudara satu bangsa dan satu bahasa dalam konteks reformasi birokrasi, halal bihalal diharapkan akan lebih meningkatkan komunikasi dan interaksi antar warga pengadilan Jawa Timur sehingga terpelihara jalinan erat tali silaturahmi dan kekeluargaan. Dapat menghadirkan rasa kebersamaan, , meningkatkan pembangunan di daerah kita ini khususnya pelayanan kepada publik dalam masalah delegasi kerja karyawan yang semakin meningkat dan kita menyadari bahwa kerja keras yang kita lakukan, jalan yang panjang berliku, tantangan, akan tetapi dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh tulus dari kita semua mewujudkan peradilan yang agung, mengingatkan kembali pada program pembangunan zona integritas merupakan penerapan reformasi birokrasi yang bersifat konkrit, khususnya difokuskan pada penerapan program manajemen manajemen perubahan penataan tatalaksana penataan manajemen sumber daya manusia, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan peningkatan kualitas pelayanan publik yang bersifat konkret sehingga mewujudkan Good Government dan clean government ujarnya.

Mahkamah Agung, peradilan dibawahnya yang bersih meningkatnya pelayanan prima, akuntabilitas kinerja, pada kesempatan yang baik ini pula saya ingin mengingatkan pesan ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia hendaknya dipahami kode etik dan perilaku Hakim. Ukuran kedisiplinan dan lain sebagainya jangan dibaca dan dipahami namun harus dilaksanakan sepenuhnya, justru itulah yang membuat perbedaan antara pengamat dan pelaksana, semua adalah pelaksana pengamat camkan itu dengan sebaik-baiknya. Bagus memang tidak selalu dilaksanakan dengan bagus bila kita warga peradilan Sejawa Timur mengubur dalam-dalam stereotip masa lalu, lambat keputusan salah atau hilang akibatnya lama diterima oleh para pihak yang tidak punya kemampuan bekerja, disembunyikan lewat berbagai cara yang tak terpuji lambat lambat kan berkas dihilangkan atau di salah salah kan tidak boleh terjadi lagi. Katanya.

Saya instruksikan kepada segenap jajaran peradilan masuk dan indikator indikator penilaian kinerja para pimpinan pengadilan, para hakim maupun aparatur pengadilan lainnya. Temuan oleh Mahkamah Agung yang sering terjadi, memasukkan dokumen putusan pengadilan ke direktori putusan, Mahkamah Agung dengan alasan bermacam-macam padahal putusan pengadilan adalah dokumen Negara, bukan milik pribadi. Mahkamah Agung menetapkan waktunya menjadikan berkas di direktori putusan sebagai rujukan. Rekam jejak para hakim dan panitera yang akan mengalami proses promosi dan mutasi sederhana, Bagaimana kita bisa menilai bahwa seseorang memang berkualitas, kualifikasi serta pengalaman dalam menangani perkara kalau buktinya kemudian kemudahan akses informasi dalam urusan publik, jangan terhadap jaringan A B terhadap hak para pencari keadilan yang tinggal di daerah-daerah terpencil yang jauh dari lokasi gedung gedung pengadilan, pencari keadilan tidak hanya tinggal di kota-kota. Warga yang tinggal jauh di pelosok banyak yang karena jarak dan masalah biaya, memiliki kesulitan untuk mengakses pengadilan mungkin perlu waktu berhari-hari melintasi hutan dan menyeberangi Sungai bahkan laut untuk bisa mengakses keadilan di pengadilan ucapnya.

Untuk itu kita Harus proaktif diri kepada kelompok masyarakat ini sehingga mereka bisa mengakses layanan pengadilan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan hukum, demikian pula pelayanan bagi kelompok masyarakat disabilitas yang mengalami keterbatasan fisik, amat penting pengadilan memanfaatkan tempat-tempat bersidang dan pos layanan hokum, informasi melayani mereka, akses informasi merupakan persoalan klasik di pengadilan karena itu jangan sampai kita memiliki gedung-gedung megah tapi minim informasi. Kepada warga pengadilan supaya secara bersama-sama merawat, menjaga kehormatan penegakan hukum sehingga bisa mengisi gedung-gedung megah serta jiwa Luhur bagi pelayanan pencari keadilan.

Bersama-sama seluruh empat pilar pengadilan wilayah pengadilan tinggi Jawa Timur, sama-sama menyaksikan peresmian gedung Pengadilan Negeri Kediri gedung yang megah, kami sangat mengharapkan supaya dapat dirawat dengan sebaik-baiknya. Kemudian perlu kami sampaikan dalam perjalanan kami dengan Pak Dirjen, ke Malang, kemudian ke Bondowoso Situbondo dan Banyuwangi itu pada hari Rabu, kemudian tiba di Banyuwangi jam 6. Jam 18 itu dari 4 lagi-lagi yang dikunjungi banyak temuan, giant itu yang gampang-gampang aja perhatian kita kurang. Yang pertama ditemui tentang daftar hadir, daftar hadir itu sudah ada form nya, nomor urut yang masuk nya dan segalanya. nama tanda tangan banyak yang lalai, banyak yang hanya tulis nama, tidak ditulis nip-nya, yang di minta diformat itu tanda tangan hurup Arab, juga pasca PD ini tidak pernah menyampaikan padahal sudah sering saya sampaikan. Kalau yang di minta tanda tangan, tanda tangan lah, yang diminta net Tulislah net-nya, jadi bisa kita ketahui bahwa yang bersangkutan disiplinnya kurang. meninjau berkas apa ruangan arsip dilihat semua ruangan arsip isinya itu bukan arsip aja, yang ada di ruangan selain arsip perkara ada register ada Cangkul dan sebagainya, padahal ini ruangan arsip perkara isinya itu hanya saja jangan dicangkul jangan disapu kemudian uji petik, itu dalam daftar berkas itu tidak ada tanda tangan, hanya paraf dari Ketua Majelis parafnya itu di tengah-tengah lembar kertas itu di bawah di sebelah kanan yang gampang-gampang aja.tuturnya.(Nwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here