Riyoyo Kupat Warga Dusun Ngrawan Bersama Ke Masjid Membawa Ketupat

0
165

Jombang, Sinar Pos

Hari ini warga Dusun Ngrawan Desa Pesantren Kecamatan Tembelang merayakan Riyoyo Kupat / Hari Raya Ketupat. (12/6/2019)

“Sebagaimana umumnya tradisi umat muslim di Jawa, riyoyo kupat di laksanakan 7 (tujuh) hari setelah Hari Raya Idul Fitri, Jika Hari Raya Idul Fitri jatuh pada hari Rabu maka Hari Raya Ketupat jatuh pada hari Rabu pekan berikutnya,” jelas Gus Maksum Chudlori, ulama setempat.

Pagi – pagi sekali setelah melaksanakan sholat subuh, warga berbondong bondong menuju surau / langgar / mushalla / masjid. Untuk berdoa bersama, mendoakan arwah leluhur / orangtua / keluarga yg sudah meninggal maupun yg masih hidup.

Masing – masing keluarga membawa ember / tampah yg berisi ketupat, lepet / bongkol dan sayur lengkap dengan lauk pauknya, untuk di nikmati bersama – sama masyarakat setelah kenduri / berdoa bersama.

Hari itu tidak ada yg memasak / membawa nasi.

Hakikatnya hari raya ketupat / riyoyo kupat / kupatan di peruntukkan bagi umat muslim yang sudah menjalani puasa 6 hari di bulan Syawal.

Sebagaimana hari raya Idul Fitri adalah kemenangan bagi yang sudah menjalani ibadah puasa di bulan Suci Ramadhan. ( tiada hari raya tanpa di dahului dengan berpuasa).

Namun kegembiraan hari raya adalah milik semua orang. ( poso gak poso melok riyoyo / baik yg berpuasa/tidak berpuasa ikut larut dalam kebahagiaan merayakan hari raya )

Begitu indah dan bijaksananya para leluhur membuat tradisi ini. (ff)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here