Berita Resmi Badan Pusat Statistik Jawa Timur 10 Juni 2019

0
45

SURABAYA, SINAR POS – Perkembangan Pariwisata Jawa Timur (Jatim), Kepala BPS Jatim Teguh Pramono mengatakan, Kunjungan Wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Jatim melalui pintu masuk Juanda pada bulan April 2019 turun sebesar 13,51 persen dibandingkan bulan Maret, yaitu dari 21.565 kunjungan menjadi 18.652 kunjungan.

Jumlah kunjungan wisman April 2019 turun sebesar 29,10 persen dibandingkan jumlah wisman periode yang sama tahun 2018 yang mencapai 26.306 kunjungan.
Perkembangan Nilai Tukar Nelayan (NTN) Jatim Mei 2019 naik 1,94 persen dari 123,78 di bulan April 2019 menjadi 126,17 di bulan Mei 2019. Kenaikan ini disebabkan karena indeks harga yang diterima petani naik sebesar 1,65 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani turun sebesar 0,28 persen.

Perkembangan NTN Mei 2019 terhadap Desember 2018 (Tahun Kalender) naik sebesar 0,07 persen. Adapun perkembangan NTN bulan Mei 2019 terhadap bulan Mei 2018 (year-on-year) turun sebesar 0,41 persen.
Dari enam provinsi di pulau Jawa yang melakukan penghitungan NTN pada bulan Mei 2019 lima provinsi mengalami kenaikan NTN dan hanya satu provinsi yang mengalami penurunan NTN. Kenaikan NTN terjadi di provinsi D.I. Yogyakarta sebesar 2,31 persen prov. jatim sebesar 1,94 persen, prov. jabar naik 1,93 persen, prov. Jateng naik 0,94 persen, dan prov. Banten naik 0,82 persen. Adapun provinsi yang mengalami penurunan NTN hanya prov. DKI Jakarta yang mengalami penurunan sebesar 0,65 persen.

Nilai tukar Petani (NTP) Jatim bulan Mei 2019 naik 1.06 persen dari 106,52 menjadi 107,66. Kenaikan NTP ini disebabkan karena indeks harga yang diterima petani (IT) mengalami kenaikan lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan indeks harga yang dibayar petani (lb).

Pada bulan Mei 2019, semua sub sektor pertanian mengalami kenaikan NTP. Sub sektor yang mengalami kenaikan NTP terbesar terjadi pada sub sektor Tanaman Pangan sebesar 1,50 persen dari 107,03 menjadi 108,64, diikuti sub sektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,91 persen dari 0,91 persen dari 104, 29 menjadi 105,24, sub sektor peternakan sebesar 0,83 persen dari 110,78 menjadi 111,70, sub sektor Hortikultura sebesar 0,77 persen dari 100,78 menjadi 101,55, dan sub sektor Perikanan sebesar 0,74 persen dari 111,22 menjadi 112,04.
Perkembangan indeks Harga Konsumen Jatim Mei 2019, pada Mei 2019 Jatim mengalami inflasi sebesar 0,29 persen. Seluruh kota IHK di jatim mengalami inflasi. Inflasi tertinggi di Sumenep yang mencapai 0,69 persen, sedangkan kota Kediri mengalami inflasi terendah sebesar 0,05 persen.

Dari tujuh kelompok pengeluaran, enam kelompok mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok Bahan Makanan sebesar 0,68 persen, sedangkan kelompok yang mengalami deflasi adalah kelompok pendidikan, rekreasi, dan Olah raga sebesar 0,07 persen.tuturnya. (Nawi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here