DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, PERLINDUNGAN ANAK DAN KEPENDUDUKAN PROV JATIM

0
124

SURABAYA, SINAR POS – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak gelar Workshop Penguatan Kelompok Bina Keluarga TKI (BK_TKI) dalam upaya pemberdayaan Ekonomi, Ketahanan Keluarga dan pemenuhan hak anak PMI di Hotel Four Points Surabaya, hari Selasa (15/5).

Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan dalam Ketenaga kerjaan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak, Rafael Walangitan mengatakan.

Kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak penguatan Bina Keluarga Tenaga Kerja Indonesia merupakan program unggulan kita dalam rangka memberikan perlindungan hak-hak perempuan khususnya pekerja migran Indonesia, kami bekerjasama dengan dinas pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan kependudukan provinsi Jawa Timur ini, juga dengan sejumlah dinas di kabupaten kota di Jawa Timur, karena Jawa Timur ini menempati Posisi kedua dalam pengiriman pekerja migran Indonesia ke luar negeri, salah satu kabupaten bahkan menduduki posisi yang pertama yaitu kabupaten Malang yang mengirimkan pekerja migran Indonesia ke luar negeri.

Kenapa ini kami anggap penting juga karena Bina Keluarga Tenaga Kerja Indonesia didasarkan pada peraturan menteri nomor 20 tahun 2010 itu memberikan satu upaya turut menangani pemberdayaan ketahanan keluarga, penguatan ekonomi dan pemenuhan hak anak daerah-daerah, jadi kita menginginkan Bahwa keluarga PMI atau yang ditinggalkan oleh pekerja Indonesia itu anak-anaknya misalnya, itu bisa mendapatkan akses pendidikan kemudian kesejahteraan keluarganya terpenuhi dan tidak mengalami kesenjangan ekonomi ujarnya.

Saya kira, ini pandangan Dua negara yang cukup berbeda ya Sesuai dengan kepentingan, kita Indonesia sebagai negara pengirim pekerja migran Indonesia ke luar negeri tentu memiliki kepentingan untuk menjaga pekerja dari Indonesia itu bisa terlindungi, Itu juga salah satu amanat dari undang-undang Nomor 18 tahun 2017 mengenai perlindungan pekerja migran Indonesia, kita memiliki komitmen siapapun warga negara Indonesia khususnya pekerja migran Indonesia yang ke luar negeri itu diberikan perlindungan sehingga betul-betul menjadi pekerja migran Indonesia yang sejahtera, tidak saja pada saat bekerja tetapi juga ketika dia pulang, kenapa kami tentu akan memberikan perlindungan bagi pekerja migran yang misalnya mempunyai Skill, legal baik ketika proses pemberangkatan sampai pada pemulangan.

Pak Tegar akan hadir di situ tentu kita akan mengawal supaya ketika berangkat ya tidak bersetatus ilegal, Ikutilah prosedur-prosedur yang sudah ditentukan di dalam undang-undang Nomor 18 tahun 2017 di situ ada ketentuan prosesnya, Ada persyaratan yang menjadi PMI apa, bagaimana kita melindungi dan sebagainya. Katanya.

Ketentuan persyaratan tidak hanya ke PMI tetapi juga misalnya pengarah jasa tenaga kerja Indonesia, bagaimana training diberikan dan sebagainya.

Jadi kita harapkan ke luar negeri tentu kita inginkan yang legal, Bekerja di luar negeri dengan memiliki izin kerja yang jelas, betul itu terlindungi Pak, dari sudut dokumentasi terlindungi, bekerja dengan aman dan kembali dengan aman ke Indonesia dan dengan uang yang dibawa kembali itu bisa mensejahterakan keluarga di Indonesia, pengiriman Tenaga Kerja Indonesia kita tetap menjalin hubungan dengan negara lain, perluasan Ketenagakerjaan itu kita -kita luaskan memang akan semakin fokus pada penerimaan tenaga kerja yang skill yang punya kemampuan, Jadi kalau misalnya bekerja ke luar negeri paling tidak, dia punya skill Kenapa dengan punya skill daya tawarnya tinggi, begitu jadi bekerja misalnya menjadi nurse atau perawat ke luar negeri, jadi kita Indonesia juga berupaya mengirimkan tenaga kerja yang terampil dan terlatih, itu tujuan pemerintah, Kenapa dengan daya tawar yang tinggi dia punya keterampilan maka perlindungan kepadanya akan semakin Prima.

Kenapa dia akan dihargai sebagai tenaga tenaga yang terampil profesional dan Yang penting dia sadar akan hak-haknya tidak mudah ditipu dan sebagainya, Itu Tujuan kita ke depan dengan memperbesar pengiriman pekerja migran ke luar negeri dengan tenaga-tenaga yang memiliki kualifikasi tutur Rafael Walangitan. (Nwi)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here