Guru Keagamaan di Kabupaten dan Kota Pekalongan Mendapat Insentif dari Pemprov Jateng

0
27

KAJEN, SINAR POS
Senyum semringah terpancar dari wajah 2.000an guru keagamaan di Kabupaten dan Kota Pekalongan yang hadir pada acara Silaturahmi Wakil Gubernur Jateng dengan Ustaz/ Ustazah se-Kabupaten dan Kota Pekalongan. Para guru ngaji itu terlihat bahagia karena baru pertama kali menerima bantuan tersebut dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Kergiatan dilangsungkan di Pondok Pesantren Walindo Boyoteluk Kecamatan Siwalan, Kamis (11/4/2019). Dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah KH. Taj Yasin Maimoen, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si, Plt. Kabag Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jateng Ahyani, Kepala Kemenag Kabupaten Pekalongan Kasiman Mahmud Desky, M.Ag, para pengasuh pondok pesantren di Kabupaten dan Kota Pekalongan.

Plt. Kabag Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jateng Ahyani dalam sambutannya atas nama Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah menjelaskan, jumlah guru keagamaan Kabupaten Pekalongan yang menerima bantuan insentif pada tahun 2019 sebanyak 7.447 orang, sedangkan di Kota Pekalongan sebanyak 2.497 orang.
“Pada tahun ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp205,35 miliar untuk bantuan insentif kepada 171.131 orang ustaz/ ustazah,” ujarnya.


Bupati Pekalongan dalam sambutannya mengungkapkan bahwaPemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur telah mendata guru keagamaan yang valid  dan akan dianggarkan dalam anggaran di Provinsi Jawa Tengah.

“Tentu saya hari ini sebagai tuan rumah menyampaikan ucapan terima kasih atas program Provinsi Jawa Tengah yang baik itu. Semoga program itu akan membantu kita semua, minimal Pemprov sudah memulai dari yang dulunya tidak ada,” ungkap Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menuturkan Gus Yasin punya misi besar dalam memajukan dunia pedidikan Islam khususnya pondok pesantren, madrasah diniyah dan TPQ, madrasah awaliyah dan lain-lain.
“Misi beliau adalah bagaimana agar anak-anak kita cerdas, tidak sekedar menguasai ilmu umum akan tetapi juga ilmu agama. Maka dari itu kita dukung dan sukseskan program beliau,” tutur Bupati.

Bupati menjelaskan TPQ/Madin di Kabupaten Pekalongan berjumlah 1.285 dan gurunya 7.925 orang. Selama ini Pemerintah Kabupaten Pekalongan sudah memberikan insentif kepada meraka. “Dan Alhamdulillah hari ini kita mendapat bantuan tambahan dari Pemrov Jateng,” imbuhnya.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen menjelaskan, program bantuan insentif diberikan kepada guru ngaji sebagai wujud kepedulian Pemprov Jateng terhadap perjuangan mereka dalam mendidik anak bangsa agar berbudi pekerti luhur.
Gus Yasin, sapaan akrab Wagub, menegaskan pondok pesantren bukan sekadar asrama bagi para santri, melainkan tempat yang tepat untuk mencetak anak bangsa berkarakter.
“Saat ini kita memerlukan akhlak dan pemahaman agama Islam secara kaffah, secara sempurna.

Kalau pemahaman itu ada, saya yakin pemahaman radikal, terorisme, dan pemahaman yang tidak sesuai dengan ajaran agama dapat terhapuskan dengan sendirinya. Maka, kepada ustaz/ ustazah, saya mohon didik putra-putri kami menjadi putra-putri yang berakhlak mulia,” ujarnya.
Gus Yasin pun berupaya agar program bantuan insentif tersebut dapat dilakukan secara berkesinambungan. Selain program bantuan insentif, pihaknya juga terus mendorong program ekonomi pesantren (ekotren) agar ekonomi di lingkungan pondok pesantren terus tumbuh.

“Niki dados amal jariyah kula kaliyan Mas Ganjar. Kita dorong agar program (bantuan insentif) ini saged saklawase ada di Jawa Tengah,” pungkasnya.(Rustianto/Riki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here