Inclusion, Campus Film

0
39

SURABAYA, SINAR POS – – Darma Wanita Persatuan Surabaya menggelar pemutaran film inklusi di Grand City CFonvex Surabaya Hari Kamis 11.04.19.

Ketua Dharma Wanita Persatuan Khusnul Ismiati Hendro Gunawan mengatakan. Pagi ini kita ada pemutaran film inklusi, awalnya kita bekerjasama dengan psld (pusat layanan studi disabilitas) yang dibawa fakultas ilmu pendidikan di Universitas Negeri Surabaya, itu punya layanan itu kemudian mereka bekerja sama

untuk bikin icing film-film, kita dapat 4 judul film tentang inklusi dan kita sinergikan dengan sekolah sekolah inklusi yang ada di kota Surabaya kebetulan Surabaya memiliki 52 sekolah inklusi SD dan 206 sekolah inklusi Smp. Sebelumnya kita sudah lakukan kegiatan untuk anak-anak autis dan sahabat autis di forum book for autism di tanggal 23 Maret lalu di halaman rektorat Unesa ujarnya.

Harapan kami semuanya lebih aware terhadap anak berkebutuhan khusus karena sebenarnya mereka itu punya level penuh atau level terbaik yang bisa kita kembangkan, mereka ini sebenarnya sempurna hanya saja mereka punya sedikit perbedaan kecerdasan mereka cara pandangnya dan bagaimana mereka menempatkan bakat mereka Sesuai dengan kekurangan maupun kelebihan mereka dan alhamdulillah Dari keempat film sudah diproduksi, kita dibantu oleh independen film Surabaya dan kita juga dibantu oleh volunteer volunteer dari unit layanan studi disabilitas yang pastinya ini adalah awal yang sangat menarik. Kemarin autism itu kita sengaja berkolaborasi dengan para organisasi maksud kami ketua organisasi perempuan jadi ada Dharma Pertiwi Persit Kartika Chandra Kirana kemudian ada Bhayangkari kemudian ada Yayasan malah Yayasan Hang Tuah yang menurut kami mereka juga punya layanan pendidikan, mereka punya sekolah yang pastinya di antara anak-anak yang bersekolah di tempat mereka itu ada mereka yang punya gangguan atau keterbatasan dan itu bisa kita minis dan kita kolaborasikan katanya.

Anak-anak memang aset bangsa dan anak-anak itu ada beberapa yang bermasalah selain yang bermasalah mereka ada yang ber gangguan kalau bermasalah itu anak-anak yang tidak punya gangguan perilaku tetapi dia menjadi bermasalah karena lingkungan. Tetapi kalau anak-anak itu ber gangguan sejak lahir punya gangguan bawaan dan gangguan itu harusnya melalui proses intervensi sehingga mereka Paham bahwa anak-anak ini bukan anak yang nakal bukan anak-anak yang bodoh bukan anak-anak yang tidak bisa dikembangkan, melainkan anak-anak yang terganggu potensinya namun tetap bisa dikembangkan sampai dengan level terbaiknya dan hari ini Alhamdulillah dari 33 film kita sudah mendapatkan pembelajaran edukasi dan 1 film itu adalah yang betul-betul memberikan kita wawasan bahwa anak-anak itu juga bisa berkuliah karena yang satu lokasinya adalah di Unesa dan pemerannya adalah anak berkebutuhan khusus yang betul-betul sedang menjalani proses kuliah di Surabaya. Ada namanya Aqua dan maksud buat sendiri adalah individu dengan gangguan autistik maksudnya adalah individu dengan gangguan penglihatan atau Maksudnya habis a yang tantrum suka marah dan meledak pada makhlukNya yang buta itu bisa dibimbing oleh Fuad mungkin bagaimana dia di jalan, jadinya adalah bulan dan matahari yang tadi sudah ditayangkan dalam durasi sekian menit dan itu sangat menginspirasi.

Terima kasih atas wawancara ini mudah-mudahan betul dimulai dari Surabaya Indonesia menjadi negara yang sangat ramah terhadap anak-anak berkebutuhan khusus jadi gini mereka pastinya melalui proses asesmen asesmen itu dilakukan oleh dokter, kemudian oleh psikologi dan juga oleh psikiatri jadi oleh dokter karena gangguan ini bisa jadi adalah gangguan fisik, dari fisik yang terganggu mungkin ada anggota geraknya yang tidak bisa difungsikan maksimal, gangguan neurologis artinya sarafnya bisa juga gangguan psikologis artinya kejiwaannya pada usia tertentu mereka seperti usia yang dibawa hnya. Karena undang-undang menyebutkan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus adalah anak-anak yang dalam proses perkembangannya ada hambatan keterlambatan keterbelakangan dan keluar biasaan dibanding anak s. (Nawi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here