Kemenperin Pacu Peran IKM Terapkan Revolusi Industri 4.0

0
148

SURABAYA, SINAR POS – – Kementerian Perindustrian terus gencar melakukan pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah (IKM) melalui pemanfaatan teknologi digital. Upaya ini adalah sebagai bagian dari pelaksanaan langkah-langkah prioritas yang tertuang di dalam peta jalan makin Indonesia 4.0, guna memacu IKM nasional berperan pada penerapan revolusi industri keempat, seperti terlibat di e-commerce yang diemplimentasikan dalam e-Smart IKM.

Dirjen Industri kecil, Menengah dan aneka Gati Wibawaningsih mengatakan, dengan Tema “IKM Go Digital” acara e-Smart IKM 2019 yang dilaksanakan di kota Surabaya ini adalah rangkaian ketiga setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di kota Semarang dan kota Bogor” ini adalah langkah nyata Kementerian Perindustrian dalam hal ini Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Ditjen IKMA) untuk mempersiapkan industri kecil dan menengah (IKM) menuju revolusi industri 4.0 jelasnya saat membuka acara e-Smart IKM “IKM GO Digital” di Surabaya jum’at (19/3).

Adapun acara yang dihadiri 1.000 IKM seluruh jatim ini diikuti oleh 8 marketplace besar di Indonesia, 3 logistik, 3 perbankan, 2 FINANCIAL Technology yang salah satunya Ruang Guru yang akan memberikan edukasi melalui format digital yang dapat diakses melalui Internet, acara ini dikemas dalam konsep pameran, talkshow dan workshop. “kami berharap program ini menjadi penghubung bagi IKM. untuk belajar bagaimana menggunakan platform digital guna meningkatkan daya saing ya” ujar Gati

Selain itu acara ini juga didukung oleh dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim dan dinas yang membidangi sektor industri kabupaten/kota se jatim. “Kolaborasi ini merupakan kekuatan untuk memperkuat daya saing industri Indonesia. Kita harus bergerak bersama” tambahnya.

Gati meyakini, revolusi industri 4.0 memberikan peluang untuk merevitalisasi sektor manufaktur Indonesia dan menjadi salah satu cara untuk mempercepat pencapaian visi Indonesia menjadi 10 ekonomi terbesar dunia pada tahun 2030.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2018 mencapai 5,17 persen, tertinggi dalam 4 tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi ini tentunya didukung oleh pertumbuhan sektor industri. Sementara itu kontribusi industri pengolahan non-migas terhadap PDB Nasional tahun 2018 sebesar 17,63 persen”, jelasnya

Gati menjelaskan, sektor industri tersebut termasuk juga di dalamnya adalah industri kecil menengah (IKM) yang merupakan tulang punggung dari perekonomian nasional.

“Melalui program e-Smart, sektor industri IKM diharapkan tidak akan ketinggalan dalam tren transaksi online didalam situs jual beli, dan akan semakin banyak produk-produk IKM yang kompetitif” ungkapnya.

“Program e-Smart IKM juga telah bekerjasama dengan marketplace seperti bukalapak, Tokopedia, Shopee, Blibli. Belanja. Com, ralali, dan GOJEK Indonesia, ucap Gati.

Lebih lanjut, program e-Smart IKM akan juga memfasilitasi pelaku usaha agar dapat mengakses pasar yang lebih luas melalui kerjasama dengan ATT Group selaku Authorized Global Partner Alibaba. Com Indonesia.

“Kerjasama ini melalui pelatihan pemasaran online bagi IKM dalam melaksanakan operasional di dalam Alibaba. Com serta pertukaran data dan informasi mengenai perkembangan dan pencapaian IKM yang masuk didalam program e-smark IKM,” paparnya.

Gati menambahkan, e-Smart IKM 2019 dengan tema” IKM Go Digital” ini menyediakan 4 topik talkshow serta 15 workshop yang bisa diikuti oleh peserta. “Saya gembira melihat antusiasme IKM untuk mengikuti acara ini, bukti bahwa IKM kita juga siap mengadopsi teknologi digital” tutup ya. (Nwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here