1000 Alumni Ponpes Se Jawa-Madura Menghadiri Silaturahmi dan Konsolidasi JKSN di Sampang

0
71

Sampang, Sinar Pos

Ketua Jaringan Kiai dan Santri Nasional (JKSN) pusat KH. M Rosiqi, pendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019, menggelar silaturahmi dan konsolidasi bersama Kiai, Nyai, 1000 Alumni Pondok Pesantren se Jawa-Madura, yang di diselenggarakan di gedung PKP-RI Hotel Trunojoyo jalan Rajawali no 9 Sampang Madura, Rabu (13/03/2019).

Lebih dari 1.000 orang Kyai dan tokoh santri se Jawa-Madura yang hadir dalam acara tersebut, acara silaturahmi dan konsolidasi di gelar untuk mengajak NU Pondok Pesantren Aswaja untuk wajib mengawal politik.

Ketua JKSN Pusat KH. M.Rosiqi dalam sambutannya mengatakan, untuk Masyarakat Jawa Timur, Khususnya Madura yaitu Kabupaten Sampang untuk bersama-sama memenangkan Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada tanggal 17 April 2019, dia berharap untuk Sampang mendapatkan 80 % Suara.

‘’ Kegiatan ini adalah bagian dari konsolidasi seluruh potensi dan kekuatan kiai, ustaz, dan alumni santri se Jawa Timur, mereka akan diminta bergerak dan bekerja dengan solid memenangkan Jokowi-Ma’ruf, saya yakin dan optimis akan menang di Madura, dan menghimbau untuk tidak terprovokasi dengan isu-isu dan berita Hoaks, “ ucapnya.

Di tempat yang sama Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA (Pendiri Sekaligus Ketua Pembina JKSN), dalam pidato politik kebangasaannya menuturkan, jangan pernah terpancing dengan isu kalo Joko Widodo bukan orang Islam dan tidak sholat, juga anak PKI, justru Joko Widodo (Presiden) kita selalu melaksanakan Shalat dan selalu berpuasa tiap Hari Senin dan Kamis.

“ Kata siapa Joko Widodo bukan orang Islam tidak pernah melaksanakan sholat?, beliau selalu rajin beribadah dan puasa, justru orang yang memfitnah tersebut tidak Shalat, dulu waktu bersama saya diajak Shalat Jumat tidak mau, jadi siapa yang PKI sebenarnya? mari jangan percaya dengan isu yang menjatuhkan orang karena akan menerima ganjarannya yaitu masuk penjara,” ungkanya.

KH. Asep menambahkan, Joko Widodo memberi kepercayaan kepada Kiai dan Santri, agar bisa berperan lebih maksimal dalam hidup bernegara. Kiai dan santri harus bisa menjadi bagian inti dari proses pembuatan kebijakan, siapa tau nantinya dari Santri atau Kiai menjadi Menteri, “ imbuhnya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Ketua Jaringan Nasional (JKSN) Pusat KH. M. Rosiqi, Ketua orasi politik kebangsaan 1 Dr. KH. Asep Syafiuddin Chalim, MA, beserta kiae , Buk Nyai dan 1000 Alumni Pondok pesantren se Jawa-Bali. (San/md)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here