JELANG PILPRES, GELAR FGD UNTUK KEBHINNEKAAN

0
40

KAJEN, SINAR POS
Negara-negara di dunia dihuni oleh berbagai masyarakat yang mempunyai latar belakang yang berbeda-beda, tak terkecuali Negara Indonesia. Walaupun ada  perbedaan, namun masyarakat dapat hidup aman dan damai dengan tali persatuan dan kesatuan yang ada. “Dan hal itu sudah berjalan sejak lama hingga sekarang,”  terang Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti  saat acara Focus Group Discussion dalam rangka menjaga Kebhinnekaan Jelang Pilpres 2019 di Hotel Marlin Wiradesa – Pekalongan hari ini.

Lebih lanjut Ia  menyampaikan bahwa tahun ini merupakan tahun politik dimana pada tanggal 17 April 2019 nanti akan dilaksanakan pemilihan umum serentak untuk Pilpres dan Pileg. Oleh karena itu, adanya perbedaan ini dikhawatirkan  dapat menjadi pemicu munculnya potensi perpecahan dalam masyarakat yang sudah bersatu itu. Sehingga beliau sangat mengapresiasi tindakan Kapolres dalam menyelenggarakan acara diskusi ini guna mensukseskan pilpres dan pileg dengan tetap menjaga kebhinekaan kita, sehingga kekhawatiran akan munculnya perpecahan dalam masyarakat itu tidak terjadi.

Dan dalam acara diskusi ini, beliau juga menyampaikan harapannya kepada para peserta diskusi untuk menyamakan persepsi agar perbedaan pilihan jangan menjadikan kita terpecah belah dan tetap bersatu, serta menyadari bahwa keberagaman pola pikir dalam mensejahterakan rakyat, perbedaan pilihan jangan dijadikan alasan untuk tidak saling bersama.
Beliau juga berpesan bahwa kita semua harus ikut berpartisipasi dalam mensukseskan pilpres dan pileg nanti sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH, SIK, M.Si dalam kesempatanya menghadiri acara FGD Discussion dan sekaligus menjadi tuan rumah acara ini, menyampaikan bahwa maksud dilaksanakanya acara ini adalah untuk mengumpulkan berbagai informasi dari berbagai kalangan. “Tentunya informasi-informasi itu sangat penting bagi Polres Pekalongan sebagai aparat keamanan dimana dari informasi tersebut Polres Pekalongan bisa menganalisa dan bisa mengevaluasi apakah ada yang perlu ditingkatkan, misalnya adanya beberapa keluhan dari warga terkait adanya ancaman atau berita hoax disuatu daerah. Ini tentunya tidak hanya berada di ruangan saja dalam menganalisa informasi karena informasi yang kita peroleh dari diskusi ini akan ditindak lanjuti di lapangan,” ujarnya.

Kapolres juga menuturkan bahwa acara ini diikuti oleh peserta dari Kabupaten Pekalongan saja, karena wilayah lain sudah fokus ke keamanan wilayahnya masing-masing.  Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa  informasi yang didapat dalam kegiatan ini bertujuan untuk mensukseskan pilpres dan pileg dalam pemilu serentak nanti..
Dan untuk kesiapan dari Polres Pekalongan sendiri dalam menghadai Pilpres dan pileg nanti adalah dengan berkoordinasi dengan Bawaslu , KPU dan semua elemen masyarakat , serta tim sukses masing-masing partai yang sudah saling berdiskusi , berkomitmen bahwa pilpres ini akan dilaksanakan dengan aman dan damai. “Dan untuk pihak yang dilibatkan dalam menghadapi pemilu nanti adalah semua elemen masyarakat dengan pendekatan untuk sama-sama berpartisipasi dalam mensukseskan di bidangnya masing-masing,” jelas Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres Pekalongan Wawan Kurniawan juga menjelaskan materi yang ditekankan dalam diskusi ini adalah tentang kebhinekaan , keberagaman suku bangsa , pekerjaan dan lain sebagainya yang diharapkan dalam hal memilih itu bebas memilih siapapun,  namun harus tetap bersatu bahwasanya tujuan utama pilpres dan pileg itu untuk menciptakan pimpinan-pimpinan yang tepat , untuk suksesnya pembangunan di wilayah kita dan tentunya negara Indonesia.

Menurut Kapolres, tindakan yang sudah dilakukan oleh Polres Pekalongan adalah dalam temuan temuan kampanye hitam dari selebaran-selebaran, yaitu dengan memanggil perwakilan ormas-ormas yang logonya berada diselebaran itu dan para perwakilan ormas yang sudah mendeklarasikan bahwa mereka tidak pernah mencetak selebaran-selebaran itu. Dan menurut Bapak Kapolres itu hanya upaya-upaya dari pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memecah belah kita dan itu sudah ditindaklanjuti dan sekarang masih dalam proses penyelidikan(Riky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here