Saksi Ahli Sebut Zirkon Antoni Tanpa Ijin IUP OPK

0
99
Pangkal Pinang (Babel), www.sinarpos.co.id
Sidang lanjutan bos Zirkon Hon Apriyanto alias Antoni, Direktur PT Indorec Sejahtera di Ruang Tirta PN Pangkalpinang Propinsi Bangka belitung (Babel), yang dipimpin oleh Hakim Ketua Qory Oktarina SH, dengan Hakim Anggota Iwan Gunawan, SH dan E. Sipahatur, SH, kembali digelar pada Senin (11/3).
Sidang kali ini kembali menghadirkan dua orang saksi dari masyarakat penyuplai pasir tailing. Keduanya yaitu Zikri dan Zaldi Hermawan, namun kedua saksi itu berhalangan hadir. Keterangan kedua orang saksi tersebut dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum dari Kejati Bangka belitung (Babel) Hidajati SH. Pada intinya kedua saksi mengakui menjual pasir tailing kepada PT Indorec Sejahtera.
Sementara saksi ahli yang dihadirkan JPU, Suryono ST dari Dinas Pertambangan dan Energi Propinsi Bangka belitung dalam keterangannya, membenarkan bahwa PT Indorec Sejahtera dalam kegiatannya tidak ditemukan ada mengantong Ijin. Ijin yang dimaksud adalah Ijin Usaha Penambangan Operasi Pertambangan Khusus (IUP OPK). Dijelaskan, setiap orang atau badan usaha yang melakukan penambangan, penampungan, pengolahan dan pemurnian bahan mineral tambang, wajib mengantong IUP, terutama harus memiliki IUP OPK.
Dalam perkara ini Antoni terancam hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 10 milyar. Dia disangkakan melanggar Pasal 158 atau Pasal 161 UU no. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan dan Minerba atas kepemilikan ilegal ribuan ton mineral ikutan jenis zirkon, monozaite dan elemenite dalam penggerebekan oleh Ditreskrimsus Polda Babel pada September tahun 2018 lalu di gudang PT Indorec Sejahtera yang beralamat di Desa Merawang, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Babel. (Shd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here