Seorang Pemuda Ditangkap Satreskrim Polres Jombang, Karena Menggauli Gadis Di Bawah Umur

0
520

JOMBANG, SINAR POS

Kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak dan iman yang rendah membuat remaja rentan terjerumus pada perbuatan terlarang.

Hal ini terjadi kepada korban DAS gadis (16) tahun, Asal Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, yang masih berstatus sebagai pelajar.

” Awal mula tersangka FDS (21) tahun, asal Dusun Ketidur, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kitorejo, Kabupaten Mojokerto mengenal korban DAS sejak tahun 2016, kemudian mereka menjalin hubungan asmara, setelah itu tersangka merayu korban dan mengajak berhubungan badan dengan di janjikan akan dinikahi jika hamil.

Akhirnya korban mau dan mereka melakukan hubungan layaknya suami istri berulang kali.

“Namun pada hari Kamis 7 Maret 2019 sekira pukul 22.00 wib,
Unit PPA Satreskrim Polres Jombang mendapat laporan dari salah satu warga yang bernama Muklis bahwa di rumahnya mendapati pasangan melakukan persetubuhan, kemudian Unit PPA Satreskrim Polres Jombang segera bergegas melakukan penangkapan terhadap tersangka di Dusun/Desa/Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang.

AKP. Azi Pratas Guspitu SH, SIK menjelaskan,
kejadian persetubuhan yang terakhir terjadi di rumah saksi Muklis Dusun/Desa/Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, korban tinggal di rumah saksi Muklis sejak duduk dibangku kelas 2 MTS hingga sekarang. Awalnya tersangka datang ke rumah Muklis sekitar pukul 03.00 Wib, kemudian korban mengajak tersangka masuk ke dalam rumahnya, setelah itu tersangka masuk ke dalam kamar korban, lalu tersangka berusaha merayu korban untuk disetubuhi, dengan dalih akan dinikahi, akhirnya korban mau untuk disetubuhi. Keesokan harinya tersangka terpegok oleh saksi Muklis berada di kamar korban sendirian, akhirnya tersangka dilaporkan ke polres Jombang.

“Barang bukti yang kami sita berupa, 1 (satu) potong baju warna biru, 1 (satu) buah kaos warna hitam, 1 (satu) buah celana panjang warna coklat muda, 1 (satu) unit honda Supra 125 warna hitam,” Imbuhnya.

“Selanjutnya tersangka di jerat Pasal yang diterapkan :
Pasal 81 Ayat 2 UURI No. 35 Th. 2014 ttg Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara serta denda paling banyak Rp 5.000.000.000,-(lima milyar rupiah) ” pungkas AKP Azi Pratas Guspitu SH, SIK. (rud/ff)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here